Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Diplomat AS dan Inggris Walkout Disebut “Teroris”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 September 2005 03:40
Bagikan
Bagikan

  

Senin, 12 September 2005 , Hal.5

Hidayatullah.com–Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Jumat (9/9),  mengatakan bahwa aksi-aksi yang dilakukan AS dan Inggris selama invasi dan pendudukan di Iraq
tidak ada bedanya dengan teroris.

Dia juga menyebut bahwa pilot-pilot AS dan Inggris yang membom dan membunuh rakyat sipil Irak adalah pembunuh. Menanggapi pernyataan tersebut,  beberapa diplomat AS dan Inggris langsung meninggalkan ruangan saat Mahathir menyampaikan hal itu dalam sebuah pidato pada konferensi hak-hak asasi nasional di Malaysia.

Mahathir, yang yang pernah memerintah Malaysia selama 22 tahun sebelum mundur pada tahun 2003, kini aktif dalam gerakan membela hak-hak asasi di negaranya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia juga sering dikritik telah menangkap para tersangka tanpa pengadilan dibawah undang-undang keamanan dan juga karena dia telah memenjarakan mantan deputi PM Anwar Ibrahim.

Selama ini Mahathir kerang mengutuk pembunuhan ribuan warga sipil Iraq akibat invasi dan pendudukan pasukan koalisi pimpinan AS. Dia membandingkan tindakan-tindakan AS dan Inggris
di Iraq dengan serangan roket orang Israel ke Palestina, dan menyebut negara-negara itu sebagai
negara-negara teroris.

”Saat pilot-pilot pembom Inggris dan AS datang, tidak ada yang menentang, aman dan nyaman menekan tombol menjatuhkan bom-bom, untuk membunuh dan menghancurkan. Dan saat kembali ke negara mereka, pembunuhan-pembunuhan tersebut akan mereka rayakan sebagai ‘Misi yang Berhasil’,” ujar Mahathir soal invasi Iraq.

”Siapa yang teroris? Orang-orang yang berada di bawah dan dibom atau para pembom? Siapa yang seharusnya ditangkap?,” tandas Mahathir. Dia juga bertanya kenapa tidak ada jumlah korban di pihak Iraq secara pasti, sementara setiap korban di pihak AS selalu dicatat.

”Tentara-tentara inilah yang seharusnya dibunuh. Namun rakyat Iraq yang tewas karena tindakan AS atau perang sipil di Iraq dimana AS juga ikut berperan adalah warga sipil yang tidak berdosa dibawah kediktatoran Saddam Hussein seharusnya dibiarkan hidup,” lanjut Mahathir.
 
Mahathir, yang saat berkuasa merupakan sekutu AS dalam melawan terorisme, meskipun dia menentang perang di Iraq dan Afghanistan, mencatat bahwa alasan Washington menginvasi Iraq adalah karena Saddam memilki senjata massal.

”Tapi kita semua tahu hal itu hanya bohong. Dan yang lebih buruk lagi kekuatan yang seharusnya melindungi rakyat Iraq, telah melanggar hak-hak asasi internasional dengan menangkap orang-orang Iraq dan menyiksa mereka di Guantanamo, Abu Ghraib dan tempat-tempat yang lain,” ujar Mahathir seraya menyebut beberapa kam penjara AS.

Komisioner Tinggi Inggris Bruce Cleghorn dan beberapa pejabat tidak dikenal yang kebetulan hadir dalam konferensi itu langsung meninggalkan ruangan di saat Mahathir sedang berpidato. Diplomat Inggris dan AS itu belum bisa dimintai komentar.

Hamdan Adnan, seorang pejabat yang mendukung Komisi Hak-hak Asasi Nasional menggambarkan tindakan para diplomat tersebut sangat tidak sopan.

”Jika mereka mengklaim sebagai pendukung demokrasi kenapa mereka tidak mendengarkan?,”  ujar dia.

Pidato semacam itu sudah menjadi ciri khas Mahathir, yang sering melancarkan serangan kepada negara-negara Barat dan Israel saat dia berkuasa.  Dia sering menuduh kaum Yahudi telah mendiskreditkan kaum muslim. (AP)

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rakyat Mesir Banyak Pilih Golput
Tulisan selanjutnya Barat kenang 11 September, Al Qaidah Ancam Bom

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel

Berita
20 Oktober 2026 19:37
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain

Terbaru

  • Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
  • Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
  • Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?