Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Manuskrip Melayu Lama Ditemukan di Mekah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Juli 2010 17:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pencarian selama 20 tahun berkesudahan dengan berita gembira. Mantan Ketua Pengarah Perpustakaan Negara Malaysia, Dr Wan Ali Wan Yusoff Wan Mamat, menjelaskan bahwa pencarian manuskrip Melayu lama di Mekah membuahkan hasil.

Wan Ali berhasil menemukan manuskrip Melayu lama, Makhtutat Ila Makkah (catatan-catatan menuju Mekah) ketika menunaikan umrah Maret. Penemuan itu sebagai kemenangan berganda karena sebelum ini banyak usaha untuk menemukan manuskrip Melayu lama di Mekah tidak membuahkan hasil.

“Saya menemui Makhtutat Ila Makkah dengan bantuan pelajar saya, Ahmad Saqar yang menetap di Mekah. Sebelum menunaikan umrah Maret lalu, saya menghubunginya agar dapat menghubungkan saya dengan seseorang yang boleh merealisasikan hasrat saya.

“Pelajar ini mendapatkan pegawai yang boleh dihubungi di Perpustakaan Universitas Ummul Qura Makkah dan memaklumkan dalam universitas tercatat ada manuskrip Melayu lama. Saya membuat temu janji dengan pegawai di perpustakaan yang setuju bertemu dengan saya. Pegawai perpustakaan berkenaan membawa saya ke tempat menyimpan cakera padat (CD) segala jenis manuskrip dalam simpanan universitas. Selepas meneliti buku daftar semua manuskrip Arab, Melayu, dan Parsi selama sejam, baru saya mendapat maklumat yang diperlukan.”

Dr Wan Ali yakin ada banyak lagi manuskrip Melayu lama yang tersimpan di Universitas Ummul Qura Mekah, tetapi ia belum mengamati lebih jauh karena masa yang singkat, di samping penguasaan bahasa Arab diperlukan untuk bisa membaca katalog tertulis dalam bahasa Arab.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Makhtutat Ila Makkah memuatkan tiga manuskrip, yakni manuskrip pertama dan kedua berbentuk tulisan yang tidak lengkap, tetapi saya yakin manuskrip ketiga lengkap. Ada hari dan jam yang tercatat pada manuskrip tersebut, tetapi tidak menyebutkan tahunnya, serta tidak dapat menyebutkan usia manuskrip.”

Untuk melihat naskah manuskrip Melayu lama, didasarkan kertas yang digunakan, yakni water mark. “Bagaimanapun, saya yakin manuskrip setebal 173 halaman yang saya temui itu ditulis pada abad ke-19 Masehi,” jelasnya pada pertemuan dengan Sastra di Wisma Sejarah, Kuala Lumpur, baru-baru ini.

Manuskrip pertama hanya setebal empat halaman dan manuskrip kedua tiga halaman, sedang manuskrip ketiga setebal 166 halaman dan tercatat dengan perkataan Kitab Albaiah’ yang memuatkan jual beli dalam masyarakat Islam dan disusun mengikut kaidah Romawi.

Isi manuskrip ketiga itu, Bab Riba; Bab Benda Haram Diperjual Beli, Terlebih dan Terkurang Dalam Jualan, Laba dan Kurang Daripada Harga; Bab Berniaga Hamba Lelaki dan Perempuan; Akad Jual Beli; Fasal Wajib Ke Atas Wakil Pada Berwakil Yang Mutlak dan Berwakil Muit Dengan Berjual, Berjanji dan Barang.

Dr Wan Ali menyebutkan, naskhah Makhtutat Ila Makkah dengan nomor rujukan raqam5462 di Perpustakaan Universitas Ummul Qura Makkah itu  sebagai kitab jual beli yang lengkap. Ia yakin masih banyak manuskrip Melayu lama tersimpan di perpustakaan tersebut.

“Ulama kita lama di Mekah karena ia menjadi pusat pembelajaran ulama dari Nusantara. Ulama kita giat belajar, mengarang, dan mengajar di Makkah. Setengah dari mereka menjadi guru dan meninggal di sana. Kitab mereka disalin dan dibawa ke Nusantara serta dijadikan sebagai kitab rujukan di sini.”

“Kitab mereka tersebar luas di Nusantara dan setengah dari mereka mendapat gelar syeikh. Sungguh pun demikian, hubungan di antara Melayu di Mekah seakan terputus dengan Melayu Nusantara, sehingga menyukarkan usaha meneliti manuskrip Melayu lama,” katanya yang pernah berkhidmat sebagai Ketua Pusat Dokumentasi Manuskrip Melayu PNM, sebelum dilantik sebagai Ketua Pengarah PNM. [ihj/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kursi Terancam, Burqa Dihantam
Tulisan selanjutnya FUI dan FPI Minta Polisi Bisa Jerat KD

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa

Berita
8 Juni 2026 21:00
Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?