Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Qadhafi: AS dan NATO Masuk Libya Makin Berdarah

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 3 Maret 2011 06:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemimpin Libya Kolonel Muammar Qadhafi mengatakan bahwa dirinya bukanlah seorang presiden sehingga tidak bisa mundur dari jabatannya, dan bahwa kekuasaan berada di tangan rakyat.

“Muammar Qadhafi bukan seorang presiden yang [akan] mengundurkan diri, dia bahkan tidak punya parlemen untuk dibubarkan.”

Hal itu disampaikan Qadhafi dalam pidatonya yang merupakan kemunculannya ketiga selama pemberontakan rakyat mengguncang negerinya, lewat stasiun televisi pemerintah, Rabu (2/3).

Katanya, dunia tidak memahami sistem di Libya.

“Pihak asing ingin Qadhafi turun, turun dari apa? Qadhafi hanyalah sebuah simbol rakyat Libya … Begitu yang dipahami rakyat Libya.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Serangan terhadap saya dipandang rakyat sebagai simbol dan kehormatan mereka,” tegasnya.

“Kami letakkan jemari kami di mata-mata orang yang ragu bahwa Libya diperintah bukan oleh rakyatnya,” kata Qadhafi, merujuk pada “demokrasi langsung” yang dituangkannya dalam manifesto politik di Buku Hijau pada tahun 1977.

“Saya selalu berkata bahwa rakyat Libya bebas [mengatur urusannya sendiri].”

Kepada para pendukung yang mengelilinginya sambil berteriak “Anda tetap besar!”, dalam perayaan politik nasional di Tripoli, Qadhafi menyalahkan Al-Qaida dan pihak asing atas kekacauan yang sedang terjadi.

“Ada konspirasi untuk menguasai minyak Libya dan tanah Libya, untuk menjajah Libya sekali lagi,” katanya.

Qadhafi mengatakan pihaknya bersedia untuk mendiskusikan perubahan konstitusional dan hukum tanpa senjata atau kekacauan, dan siap berdialog dengan Al-Qaida jika mereka memiliki tuntutan.

Qadhafi juga mengatakan korban nyawa selama ketegangan yang disebabkan oleh teroris itu tidak lebih dari 150 orang dan apa yang dikabarkan media tidak benar. Menurutnya, di Libya juga tidak ada tahanan politik.

Qadhafi menegaskan bahwa korban nyawa dalam aksi demonstrasi ada di mana-mana, termasuk dalam aksi demonstrasi damai.

“Saya tantang Anda untuk menemukan bahwa para pemrotes damai juga dibunuhi. Di Amerika, Prancis dan di mana saja, jika orang-orang menyerang gudang penyimpanan senjata dan berusaha mencuri senjata, maka mereka akan ditembak,” tegasnya.

Pemimpin berusia 68 tahun itu mengingatkan rakyatnya akan bahaya kehadiran tentara asing.

“Kita akan memasuki peperangan berdarah, ribuan dan ribuan lagi rakyat Libya akan mati jika Amerika Serikat dan NATO masuk [ke sini],” tegasnya.

“Kita akan berperang hingga pria terakhir dan wanita terakhir untuk mempertahankan Libya dari timur hingga barat dan utara hingga selatan,” kata Qadhafi mengobarkan semangat juang pengikutnya, yang kemudian dibalas teriakan semangat para pendukungnya.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:LibyaNATOold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dewan HAM PBB Tendang Libya Keluar
Tulisan selanjutnya Paus Nyatakan Yahudi Tidak Bersalah Atas Kematian Yesus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?