Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gara-gara Berjilbab Penumpang Diturunkan dari Pesawat

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 17 Maret 2011 09:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang wanita Muslim  mengatakan pada hari Rabu (16/3) bahwa dia menginginkan awak Southwest Airlines ditindak karena telah mengusir dia dari penerbangan disebabkan mengenakan jilbab.

Irum Abbasi, 31, kepada wartawan pada konferensi pers di luar bandara San Diego mengatakan bahwa dia dipaksa turun di San Diego dalam penerbangan menuju San Jose hari Minggu karena pramugari mencurigai dirinya.

Abbasi mengatakan, dia diberitahu bahwa seorang pramugari mendengar dia berkata pada ponsel: “Saatnya berangkat.” Ibu dari tiga anak yang berasal dari Pakistan ini mengatakan kepada wartawan bahwa dia berkata, “Saatnya berangkat”, ‘sebelum menutup telepon karena penerbangan hendak berangkat.”
Dia percaya, pramugari membuat asumsi tentang komentarnya karena dia mengenakan jilbab.

Setelah memeriksa di balik jilbabnya, petugas keamanan bandara mengakui kesalahan itu. Petugas menyatakan, seharusnya memang tidak perlu  memeriksa dompet atau ponsel Nyonya Abbasi. Tapi mereka menolak mengizinkan Abbasi kembali ke pesawat, karena kru pesawat merasa tidak nyaman dengan kehadirannya. Abbasi kemudian memesan pada penerbangan berikutnya.

“Aku menangis,” kata Abbasi. “Aku hanya menangis. Saya telah tinggal di Amerika Serikat selama 10 tahun. Saya seorang warga negara Amerika Serikat.”
Juru bicara Southwest Chris Mainz mengatakan, maskapai telah meminta maaf kepada Ny. Abbasi dua kali, termasuk pada hari kejadian. Maskapai ini juga memberinya voucher untuk penerbangan di kesempatan lain.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Nyonya Abbasi mengatakan ia memberikan voucher kepada orang lain dan pada saat ini tidak ingin terbang dengan Southwest lagi. Dia bilang, dia menginginkan permintaan maaf tertulis dan jaminan bahwa awak akan ditegur.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IIBF Akan Adakan Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia
Tulisan selanjutnya Malaysia Batasi Sinetron “Klenik” asal Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?