Hidayatullah.com–Partai oposisi Pakistan, Senin (9/5), kembali menegaskan kritikannya terhadap pemerintah Pakistan atas pembunuhan pimpinan Al-Qaidah Usamah Bin Ladin di wilayahnya tanpa sepengetahuan pemerintah. Hal ini menyebabkan meningkatnya tekanan dari Washington, karena bersembunyinya Usamah Bin Ladin di dekat ibukota Islamabad sebelum kematiannya.
Partai-partai oposisi telah menyerukan agar Presiden Asif Ali Zardari dan Perdana Menterinya mengundurkan diri, karena pelanggaran kedaulatan oleh pasukan Amerika Serikat yang telah menyusup dari Afghanistan menyerbu tempat Bin Ladin disergap.
Salah seorang pejabat dari Asosiasi Islam (oposisi) yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif mengatakan, “Kami ingin pengunduran diri, bukan penjelasan yang tidak meyakinkan.”
Mantan pemain kriket yang juga mengetuai sebuah partai nasionalis, Imran Khan juga melayangkan kritikannya kepada Presiden Zardari. Ia mengatakan bahwa kebijakan pemerintah hanya didasarkan pada kebohongan dan propaganda belaka.
Khan menambahkan bahwa sekutu Barat telah menuduh Pakistan sebagai surga bagi teroris, meski Amerika Serikat belum menuduh Islamabad memberikan perlindungan kepada Usamah Bin Ladin.*