Hidayatullah.com–Syeikh Raed Salah pemimpin Gerakan Islam di Israel ditangkap di London saat memenuhi undangan berbicara di beberapa forum. Kabar penangkapan Salah dibenarkan Kementerian Dalam Negeri Inggris.
Salah ditahan hari Selasa malam dengan tuduhan memasuki Inggris secara ilegal. Kepada televisi Aljazeera Menteri Dalam Negeri Theresa May lewat sebuah pernyataan mengatakan bahwa penyelidikan tentang bagaimana Salah bisa masuk ke negara, padahal ada larangan bepergian yang dikenai atasnya.
“Kami biasanya tidak menanggapi kasus individu, tapi menurut saya kasus ini penting untuk dikomentari,” kata May, seperti dikutip Aljazeera, Kamis (30/6).
“Saya bisa mengkonfirmasikan ia dicekal dan berhasil masuk ke Inggris. Sekarang dia ditahan di Agen Perbatasan Inggris, yang kini sedang mengupayakan untuk memulangkannya.”
Tapi menurut penggalang dana Salah di Inggris, Faruq Bajwa, sebagaimana dikutip Guardian, kliennya tidak tahu tentang adanya pencekalan terhadap Salah dan tokoh pergerakan Islam di wilayah Israel itu masuk ke Inggris secara terbuka dengan menggunakan identitas asli.
Menurut jurubicara Pergerakan Islam, Kamal Khatib, perintah penangkapan itu belum jelas dan organisasinya belum bicara dengan pengacara Salah.
“Ia ditangkap Selasa malam di London dan masih berada di dalam tahanan. Kami belum tahu apakah ia akan dideportasi, tapi kami berharap mendengar kabar dari pengacaranya hari ini,” kata Khatib kepada AFP.
Menteri Dalam Negeri Inggris Theresay May mengatakan memang ada pencekalan yang dikenai atas Salah, tapi wanita itu tidak mengkonfirmasi kapan larangan itu dikeluarkan dan mengapa.
“Tidak ada yang rahasia. Ia datang tidak dengan menggunakan nama palsu, dia tidak datang menggunakan jet pribadi. Dia datang lewat Bandara Heathrow, salah satu gerbang utama masuk ke Inggris,” kata pengurus Pergerakan Islam seperti dikutip Aljazeera.
“Dia datang dengan menggunakan paspornya sendiri, jadi jika ada perintah pencekalan … tentu pihak berwenang perbatasan sudah menghentikannya.”
Undangan terbuka
Palestine Solidarity Campaign (PSC) penyelenggara di Inggris yang mengundang Salah, mengatakan kepada Aljazeera bahwa tokoh Arab Palestina di Israel, yang sering keluar-masuk penjara Zionis itu, berbicara di depan umum pada hari Senin selama satu jam tanpa menghadapi masalah apapun.
Pada hari Rabu malam Salah dijadwalkan berbicara di depan anggota legislatif parlemen Inggris, dalam sebuah acara yang sebelumnya diumumkan secara luas.
“Saya sangat terkejut dengan penangkapannya,” ujar Ismail Patel direktur Friends of Al Aqsha, yang rencananya akan berbicara bersama Salah di parlemen Inggris Rabu malam.
Syeikh Salah kerap ditangkap pemerintah Zionis Israel karena menyuarakan pembelaan terhadap rakyat Palestina, dan kini pemerintah Inggris melakukan hal yang sama.
“[Pemerintah Inggris] menghakimi Muslim berdasarkan rumor dan berita karangan, tapi memperbolehkan penjahat perang Israel untuk masuk [ke negaranya],” sesal Patel.*