Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iran Larang Cinta Segitiga di TV

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 12 September 2011 23:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kantor berita setengah resmi Iran, FARS, hari Senin (12/9), melaporkan bahwa acara-acara televisi dilarang menampilkan cerita segitiga dan gambar pria setengah telanjang.

Tidak jelas apa yang memicu munculnya larangan itu. Iran TV yang memegang monopoli penyiaran di negara Syi’ah itu, mendedikasikan sebagian besar jam siarnya untuk menayangkan acara keagamaan dan pengumuman dari pemerintah.

Namun, beberapa tahun lalu pemirsa televisi Iran pernah menyukai opera sabun buatan lokal, yang menceritakan tentang seorang pria tua yang meninggalkan isterinya karena jatuh cinta pada seorang gadis muda.

Meskipun dilarang menampilkan cerita segitiga, namun pengecualian berlaku jika acara televisi itu mengecam kisah cinta segitiga.

“Menampilkan pria setengah telanjang dalam produksi Iran dan asing juga dilarang,” lapor FARS. Televisi juga dilarang menampilkan gambar campur-baur antara pria dan wanita “yang tidak perlu.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tidak jelas apakah larangan itu berlaku untuk program siaran olahraga.

Sejak terjadi revolusi di Iran tahun 1979, acara televisi dan film harus mengikuti aturan yang ditetapkan pihak penguasa. Siaran televisi tidak boleh menampilkan hubungan mesra antara pria dan wanita serta pakaian wanita yang melanggar adab kesopanan.

Larangan tersebut mendorong banyak orang Iran untuk mengambil siaran dari saluran televisi satelit ilegal.

Iran mengharamkan antena parabola pertengahan tahun 1990-an, dengan alasan untuk menghalau masuknya budaya Barat yang berusaha menyusupkan pesan-pesan immoral lewat program televisi.

Tapi, larangan itu diabaikan oleh Mohammad Khatami, pendahulu Mahmud Ahmadinejad, begitu ia terpilih menjadi presiden Iran pada tahun 1997.

Kelompok garis keras menerapkan lagi larangan tersebut, setelah Ahmadinejad diangkat menjadi presiden yang baru pada 2005. Dan awal tahun ini polisi melakukan operasi untuk melucuti antena-antena parabola.

Awal tahun ini pula media setempat melaporkan bahwa Iran juga melarang siaran yang menampilkan menu masakan ala Barat.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qadhafi Masih di Libya
Tulisan selanjutnya Iran Adili Dua Mata-Mata Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?