Hidayatullah.com– Seiring dengan semakin ditinggalkannya gereja oleh para jemaat mereka, bangunan gereja di Eropa banyak yang terancam dibongkar. Namun di Belanda, gereja yang tidak lagi terpakai dialihfungsikan untuk berbagai aktivitas agar tidak dibongkar, termasuk untuk rumah judi.
Dilansir oleh Radio Nederland (21/01/2012), di tahun-tahun mendatang sekitar 2.000 dari 13.000 bangunan gereja akan difungsikan untuk kegiatan lain. Dengan demikian, bisnis jual-beli gereja kosong menjadi bisnis yang menguntungkan. Tidak heran jika kemudian ada makelar tersendiri yang khusus menjual bangunan gereja.
Alih fungsi gereja bisa sangat bermacam-macam, mulai dari perkantoran, apartemen, toko swalayan, tempat kursus dansa, gedung pertunjukan musik pop, sampai pada alih fungsi yang sangat ekstrim seperti menjadi arena motocross indoor dan rumah judi. Seperti yang terjadi pada bangunan Gereja Klooster di Eindhoven yang menjadi cabang rumah judi Holland Casino.
Rupanya, orang Belanda lebih suka jika bekas rumah ibadah umat Kristen itu dijadikan tempat maksiat seperti rumah judi, dibandingkan diubah menjadi masjid. Banyak orang yang protes ketika tahu ada gereja yang dialihfungsikan menjadi masjid.
Wanita makelar khusus gereja Mickey Bosschert, mengatakan, “Kami tidak menganjurkan gereja dijadikan masjid. Kami dulu sering bekerja dengan organisasi-organisasi Islam. Kami melihat ada jurang yang besar antara pelbagai agama, antara Muslim dan Kristen. Itu bisa menimbulkan banyak masalah lain.”