Hidayatullah.com—Pembantu dekat Tariq Al Hashimi mengatakan bahwa wakil presiden Iraq tersebut akan kembali ke Iraq setelah melawat ke luar negeri, membantah pernyatan seorang pejabat Saudi yang mengatakan bahwa Al Hashimi akan tinggal di Iraq sampai Nuri Al Maliki lengser.
“Dia akan segera kembali ke Kurdistan” kata seorang staf dalam rombongan Al Hashimi.
Wakil presiden Iraq itu terpaksa meninggalkan kantornya dan menghindari kejaran aparat, setelah Perdana Menteri Nuri Al Maliki secara sepihak tanpa bukti menetapkannya sebagai tersangka pendukung aksi terorisme.
Al Hashimi adalah segelintir wakil politisi Muslim Iraq di pemerintahan, yang dikuasai Syiah sejak Saddam Hussein digulingkan Amerika Serikat.
Kepada AFP jurubicara Al Hashimi membantah pernyataan pejabat Saudi, yang mengatakan untuk sementara wapres Iraq akan tinggal di Arab Saudi.
“Wakil presiden akan meninggalkan Saudi pada hari Sabtu untuk melanjutkan perjalanannya ke negara sekitar,” kata Mehdat Abu, sebagaimana dikutip Al Arabiya (05/04/2012).
Sebelum penegasan tentang posisinya diutarakan oleh para pembantunya, Al Hashimi sudah mengatakan bahwa ia akan kembali ke Iraq. Orang yang menginginkan dirinya meninggalkan Iraq adalah musuhnya, kelompok Nuri Al Maliki. Meskipun Al Maliki menginginkannya keluar dari Iraq, Al Hashimi bersikeras akan kembali.
Al Hashimi juga mengatakan bahwa kelompok Syiah melakukan upaya sistematis untuk menyudutkan orang-orang Arab Muslim di Iraq.
Al Hashimi meninggalkan Kurdistan beberapa hari lalu menuju Qatar. Setelah dari negara kecil itu ia melanjutkan lawatannya ke Arab Saudi. Di sana ia dijadwalkan bertemu sejumlah pejabat tinggi setempat.*