Hidayatullah.com–Dewan Keamanan PBB menyerukan kepada pemerintah Sudan dan Sudan Selatan untuk segera melakukan gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan. Sementara itu, DK PBB akan mempertimbangkan langkah-langkah untuk mencegah pertempuran antara kedua negara tetangga yang baru saja pecah tersebut. Demikian dilansir Aljazeera.
Pernyataan tersebut menyusul pengiriman pasukan militer Sudan Selatan ke Heglig, yang mengutuk serangan udara yang dilancarkan Sudan ke wilayah Sudan Selatan.
Menurut DK, serangan udara yang diluncurkan oleh Sudan tersebut setidaknya mengakibatkan 16 orang tewas dan 34 luka-luka dari pihak Sudan Selatan.
Minggu lalu DK membahas sanksi yang akan dijatuhkan terhadap Khartoum dan Juba, jika tidak mau menghentikan kekerasan. Sementara itu, Amerika Serikat, China dan Inggris mendesak kedua negara itu untuk kembali ke meja perundingan.
Juru bicara Gedung Putih, Jay Carney mengatakan, “Kami sangat mengutuk serangan militer Sudan ke Sudan Selatan. Dan kepada Sudan, harus segera menghentikan serangan udara dan artileri yang dilakukan militer Sudan di Sudan Selatan.”
Di sisi lain, Presiden China Hu Jintao juga meminta untuk menahan diri dan mendesak kedua negara untuk menyelesaikan sengketa melalui perundingan damai.*