Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iran Palsukan Terjemahan Pidato Mursy

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 4 September 2012 16:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Bahrain, yang menjadi korban langsung pemalsuan penerjemahan pidato Presiden Mesir Muhammad Mursy di KTT Non-Blok oleh Iran, menuntut pemerintah Teheran agar meminta maaf secara resmi.

Dilansir AFP (3/9/2012), Kementerian Luar Negeri Bahrain di Manama, hari Sabtu (1/9/2012) mengirimkan “memorandum protes resmi” kepada charge d’affairs Iran atas kesalahan penerjemahan yang dilakukan oleh stasiun televisi resmi pemerintah Iran atas pidato Muhammad Mursy di KTT Non-Blok di Teheran pada hari Kamis sebelumnya.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Bahrain menuntut agar pemerintah Iran meminta maaf atas tindakan itu dan mengambil langkah untuk mengoreksinya, serta memastikan bahwa hal serupa tidak akan terjadi lagi.

Pemerintah di Manama mengatakan bahwa penerjemah Iran berulangkali mengganti kata Suriah dengan Bahrain, meskipun Mursy yang berpidato dalam bahasa Arab tidak menyebutkan Bahrain sama sekali.

Bahrain tidak menujuk nama-nama stasiun televisi Iran yang menyiarkan penerjemahan palsu itu. Namun diketahui, di antara stasiun televisi yang menyiarkan pidato Mursy yang diterjemahkan secara langsung itu adalah IRINN dan Channel One.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut AFP, IRINN menyiarkan terjemahan resmi yang disiarkan secara langsung dalam KTT itu. Sementara menurut Aljazeera, Channel One menggunakan penerjemahnya sendiri yang mengganti kata Suriah dengan Bahrain.

Sengaja dipalsukan

Sebelumnya, Alarabiya pada hari Jumat (31/8/2012) melaporkan bahwa radio dan stasiun televisi Iran mendapat kecaman dari berbagai pihak karena mengubah isi pidato Mursy lewat terjemahan yang salah dan tidak lengkap.

Para pengkritik mengatakan, pihak Iran sengaja mengubah terjemahan isi pidato Mursy untuk disesuaikan dengan propaganda mereka.

Situs Digarban, yang memantau media-media konservatif Iran, menulis bahwa stasiun televisi Iran memalsukan pidato Mursy, dengan cara sengaja menolak menerjemahkan kecaman keras Mursy atas rezim Suriah.

Sejumlah situs yang dekat dengan penguasa Teheran, seperti Jahan News dan Asriran, mempublikasikan pidato Mursy tanpa mencantumkan bagian di mana presiden itu mengkritik Presiden Suriah Bashar Al Assad.

Jahan News menggambarkan Presiden Mursy sebagai “presiden yang sedang naik daun” dan menggambarkan pidatonya tentang Assad sebagai “ekstrimis” dan “irrasional.”

Saat Mursy bicara tentang negara-negara yang terkena Arab Spring dan menyebut Libya, Tunisia, Mesir, Suriah dan Yaman, penerjemah mengganti kata Suriah dengan Bahrain.

Amid Mukadam seorang aktivis media Iran kepada Alarabiya mengatakan, ia mendengar “Bahrain” disebut 3 kali dalam terjemahan bahasa Persia, padahal dalam pidato asli Mursy tidak disebut sama sekali.

Mukadam mengatakan, penerjemah bahasa Persia “kelihatan bingung, yang berarti ia dengan sengaja menyusupkan sejumlah kata-kata dalam terjemahan pidato Mursy, dan ia dengan sengaja mengganti kata Arab Spring dengan Al Sahwa Al Islamiyah atau kebangkitan Islam.

“Hal seperti itu tidak akan pernah terjadi, jika tidak diperintahkan oleh pejabat yang tebih tinggi,” jelas Mukadam. Ia menambahkan, hal semacam itu merupakan pemalsuan terang-terangan atas sebuah pidato resmi oleh seorang presiden yang di dengar oleh banyak orang di seluruh dunia.

Televisi Iran juga dilaporkan mengubah kata-kata terkait Suriah dalam pidato Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon dan Presiden Majelis Umum PBB Nasser Abdul Aziz.

Mukadam mengatakan, pemalsuan pidato-pidato itu menunjukkan dengan jelas bahwa Teheran lebih memikirkan tentang pandangan rakyatnya terkait isu-isu tersebut (Suriah dan Arab Spring) ketimbang apa yang sebenarnya menjadi pemikiran dan perkataan Presiden Mesir Muhammad Mursy.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iranMesirmursyold migratesuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diam-diam Wabah Pemurtadan Berlangsung di Lubuklinggau
Tulisan selanjutnya Mantan Kepala CIA Hindari Serangan ke Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?