Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Standford: Muslim Prancis Menghadapi Diskriminasi Kerja

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 27 November 2012 09:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Warga Muslim Prancis menghadapi perlakuan diskriminatif dibanding rekan mereka yang beragama Kristen dalam kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan, demikian hasil penelitian yang dilakukan David Laitin pakar ilmu politik dari Stanford.

Dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, studi yang dilakukan Laitin menyimpulkan bahwa warga Prancis keturunan Afrika beragama Kristen memiliki kesempatan 2,5 kali lebih besar mendapatkan panggilan wawancara kerja, dibanding warga Muslim dengan kemampuan dan latar belakan yang sama.

Penelitian itu disebut-sebut sebagai penelitian pertama yang mengidentifikasi agama –bukan ras atau faktor geografi– sebagai sumber diskriminasi di Prancis. Laitin berharap hasil penelitiannya akan membantu pemerintah dalam membuat kebijakan, di mana pemerintah selama ini tidak pernah menggambil dan mengumpulkan data dengan etnis atau agama sebaggai tolak ukurnya.

“Tanpa informasi itu, tidak mungkin untuk memahami dan memperbaiki situasi di mana warga negara mendapatkan perlakuan diskriminasi karenanya,” kata Laitin dalam artikel yang dipublikasikan Standford News, lapor Al Arabiya (26/11/2012).

Bersama Claire Adida dari Universitas California-San Diego dan Marrie-Anne Valfort dari Universitas Sorbonne, Laitin menganalisa data survei atas lebih dari 500 warga keturunan Senegal-Kristen dan Muslim yang tinggal di Prancis pada tahun 2009. Mereka mendapati bahwa keluarga imigran Muslim generasi kedua berpengahasilan perbulan USD500 lebih rendah dibanding keluarga berlatar belakang sama tetapi beragama Kristen.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selain mengumpulkan data lewat survei, peneliti juga melakukan percobaan dengan menggunakan 3 identitas buatan untuk melamar pekerjaan. Tiga identitas itu adalah Khadija Diouf (nama belakang khas Afrika tetapi nama depan khas Muslim), Marie Diouf (nama belakang khas Afrika dan nama depan khas Kristen), serta Aurelie Menard (nama khas Prancis asli yang tidak menunjukkan identitas agama).

Ketiga identitas itu dibuatkan lamaran kerja yang dikirimkan kepada 300 pemasang iklan lowongan kerja. Khadija harus bersaing dengan Aurelie untuk setiap posisi pekerjaan yang tawarkan. Demikian pula Marie dihadapkan dengan Aurelie untuk bersaing mendapatkan lowongan pekerjaan yang sama. Hasilnya menunjukkan, untuk setiap 38 panggilan kerja yang terima Khadija, Marie mendapatkan 100 panggilan kerja atau dua setengah kali lebih banyak dibanding Khadija.

Prancis adalah negara dengan jumlah populasi Muslim terbanyak di Eropa. Negara pusat mode itu menjadi negara pertama yang memberlakukan larangan cadar. Meskipun jelas-jelas negaranya bersemboyan liberté, égalité, fraternité (kebebasan, kesetaraan, persaudaraan), para politisi Prancis tidak segan menekan komunitas Muslim dengan beragam cara. Setelah membidik cadar, pemimpin kelompok sayap kanan-jauh Marine Le Pen dan pendukungnya mati-matian berusaha untuk memberlakukan larangan asesoris kepala relijus (seperti kerudung) di semua toko-toko, transportasi publik dan di jalan-jalan.

Menurut Laitin, para politisi Prancis buta akan realitas perbedaan etnis dan agama dalam masyarakat dan diskriminasi akan terus berlanjut jika pemerintah tetap menolak untuk mengumpulkan data penduduk berdasarkan etnis dan agama yang dianut warganya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kristenMuslimold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kabar Terbaru, Banyak Serdadu Zionis-Israel Depresi dan Bunuh Diri
Tulisan selanjutnya Jihad Islam Genggam Dokumen IDF

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?