Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

LSM Prancis Zoe’s Ark Tukang Tipu

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Desember 2012 11:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Lembaga swadaya masyarakat asal Prancis L’Arche de Zoe (atau dikenal secara internasional sebagai Zoe’s Ark) dalam persidangan di Paris dituduh sebagai manipulator karena menyelundupkan anak-anak Chad dengan memanipulasinya sebagai anak-anak yatim Somalia.

Eric Bretau, pendiri LSM Zoe’s Ark, bersama lima orang lainnya didakwa berusaha menerbangkan secara ilegal 103 anak Chad ke Prancis pada tahun 2007.

Bretau dan seorang terdakwa lain, yang sekarang mukim di Afrika Selatan, menolak menghadiri persidangan di Paris hari Senin (3/12/2012) kemarin.

Setiap terdakwa terancam hukuman 10 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Para terdakwa itu pertama kali ditangkap di Chad, saat mereka berusaha membawa pergi ratusan anak menuju Prancis dengan pesawat terbang. Anak-anak itu ternyata berasal dari Chad dan mereka masih memiliki keluarga. Kenyataan itu berbeda dengan pengakuan Zoe’s Ark yang menyatakan bahwa mereka adalah anak yatim dari Darfur korban perang sipil di Somalia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Setelah divonis kerja paksa selama 8 tahun, para terdakwa itu direpatriasi ke Prancis, dan tahun 2008 akhirnya mereka mendapat ampunan dari presiden Chad.

Enam warga Prancis itu –terdiri dari Bretau, Emilie Lelouch, Philippe van Winkelberg, Alain Peligat, Agnes Pelleran dan Christophe Letien– didakwa melakukan kegiatan sebagai perantara adopsi ilegal, memfasilitasi orang masuk ke Prancis secara ilegal dan penipuan terhadap 358 keluarga yang berhadap bisa mengadopsi anak.

Seorang sumber pengadilan mengatakan, sebelum sidang Bretau dan Lelouch menyatakan tidak ingin membela diri dan tidak berharap didampingi pengacara.

Saat membuka sidang, hakim Marie-Francoise Guidolin mengkritik para terdakwa yang tidak berani tampil di muka pengadilan dengan menyebutnya sebagai tindakan pengecut.

Zoe’s Ark didirikan oleh Bretau, mantan petugas pemadam kebakaran, pada tahun 2005 dengan misi yang konon ingin menolong anak-anak korban tsumani Aceh Desember 2004.

Dalam persidangan, Cathy de Souza seorang perawat yang menjadi saksi menyebut Breatau sebagai seorang pembohong dan penipu, dengan menyembunyikan misi sesungguhnya membawa anak-anak Afrika itu ke Prancis.

“Kami bicara soal vaksinasi, bukan evakuasi,” kata De Souza, dikutip koran Prancis Le Figaro.

Nathalie Cholin, seorang perawat psikologi dalam tim medis Zoe’s Ark yang kini ikut menggugat, menggambarkan Bretau sebagai seorang “penipu yang sangat kuat.” Bretau dinilainya sangat mampu meyakinkan orang bahwa misinya di Chad membantu anak-anak yatim di Darfur mendapatkan rumah di Prancis.

Menurut Cholin, Bretau mengatakan bahwa misinya legal serta dilindungi oleh Konvensi Umum Jenewa 1951. “Saya tidak membayangkan bahwa misi semacam ini bisa dilakukan tanpa dukungan dari pihak berwenang.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AcehLSMold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekjen OKI Larang Khitan pada Perempuan
Tulisan selanjutnya Siapa Perumus Tombo Ati Limang Perkoro?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?