Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bekas Pejabat Serbia Divonis 22 Tahun Penjara Terkait Perang Bosnia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Maret 2013 22:40 10:40 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Maret 2013 22:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mico Stanistic dan Stojan Zupljanin, dua orang bekas pejabat tinggi Serbia di Bosnia dihukum 22 tahun penjara oleh Mahkamah Kejahatan Internasional hari Rabu (27/3/2013).

Stanistic dan Zupljanin terbukti bersalah melakukan kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang terhadap orang-orang non-Serbia di berbagai daerah di Bosnia dan Herzegovina antara bulan April sampai Desember 1992, lapor kantor berita Xinhua.

Ketika itu Stanistic, pria 58 tahun, menjaat sebagai menteri dalam negeri Serbia yang baru dibentuk di wilayah Bosnia dan Herzegovina. Dia dinyatakan bersalah melakukan kejahatan di 20 wilayah adminsitratif berbeda di seluruh Bosnia, meskipun tidak dinyatakan bersalah melakukan pembantaian.

Sementara Zupljanin, pria 61 tahun, ketika itu menjabat sebagai kepala keamanan regional di kota Banja Luka dan anggota tim keamanan di Daerah Otonom Krajina. Dia dinyatakan bersalah melakukan tindak kejahatan di 8 wilayah administrasi berbeda di Bosnia.

Stanistic dan Zupljanin pertama kali didakwa Mahkamah Internasional untuk Kejahatan Perang di Bekas Yugoslavia (ICTY) masing-masing pada tahun 2005 dan 1999. Stanistic menyerahkan diri dan kemudian dipindahkan ke tahanan ICTY di Den Haag 11 Maret 2005, sementara Zupljanin ditangkap aparat Serbia dan ditahan di rumah tahanan ICTY pada 21 Juni 2008. Pada September 2008 kasus keduanya digabungkan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kedua terdakwa orang Serbia yang melakukan kejahatan perang di Bosnia itu dapat mengajukan banding atas putusan hakim hari Rabu itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tutup Peluang Permusuhan, Jaga Persaudaraan!
Tulisan selanjutnya Ulama Sudan: “Klik Situs Porno Haram”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?