Hidayatullah.com—Perdana Menteri Mesir Hisham Qandil hari Rabu (10/4/2013) mengatakan bahwa turis Iran membelanjakan uang lebih banyak dibanding turis Eropa, sehingga hal itu dapat meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata.
Menurut Qandil, rata-rata setiap turis Iran menghabiskan uang 120 dolar perhari, sementara turis Eropa hanya 74,1 dolar perhari, lansir Al-Ahram.
Turis Iran sangat berminat mengunjungi Mesir dengan alasan keagamaan, kata perdana menteri Mesir tersebut. Tujuan turis-turis Syiah itu terutama menziarahi makam cucu Nabi Muhammad, Al-Hussein, yang berada di Masjid Al-Hussein di kawasan Kota Tua Kairo.
Namun sayangnya, kata Qandil, ada sejumlah individu yang menyerang pariwisata ini, karena takut akan mengakibatkan penyebaran Syiah di Mesir.
Qandil mengkonfirmasi bahwa program kerjasama pariwisata dengan Iran dihentikan sementara, “sampai semuanya membaik.”
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Pariwisata Hisham Zaazou mengumumkan penghentian kedatangan turis Iran itu hari Ahad (7/4/2013).
Pada 1 April, lebih dari 50 orang turis Iran, kelompok resmi pertama yang datang ke Mesir semenjak kerjasama pariwisata kedua negara ditandatangani bulan Februari lalu, tiba di Mesir Atas dengan pengawalan ketat.
Zaazou mengatakan sampai bulan Juni mendatang, pemerintah akan mengkaji ulang kebijakan kerjasama pariwisata Mesir dengan Iran tersebut.
Hubungan bilateral antara Kairo dengan Teheran memburuk sejak Revolusi Iran tahun 1979, dan sejak itu pula nyaris tidak ada kunjungan wisata antara kedua negara. Hubungan itu baru diperbaiki pada masa pemerintahan Presiden Mursy ini.
Mesir seperti banyak negara lainnya, sedang mengalami krisis anggaran yang parah. Pariwisata merupakan urat nadi utama perekonomian negara Afrika Utara yang tidak memiliki banyak sumber daya alam minyak atau gas bumi itu.*