Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eropa Tengah Darurat Banjir

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Juni 2013 21:30 9:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Juni 2013 21:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Penghuni rumah-rumah di seluruh selatan Jerman, Republik Ceko, Austria dan Swiss dievakuasi seiring dengan meningkatnya permukaan sungai ke tingkat yang membahayakan, lansir BBC (2/6/2013).

Ibukota Ceko, Praha, dalam status waspada sebab air banjir dari selatan menggenangi banyak tempat. Jerman dan Austria mengerahkan tentaranya untuk membantu petugas penanggulangan bencana.

Pemerintah Ceko sudah menyatakan negara dalam keadaan darurat bencana banjir.

Seorang pria tewas karena longsor dekat Salzburg, Austria, dan dua orang tewas di Ceko.

Korban tewas di Ceko diakibatkan banjir yang menerjang rumah-rumah di pedesaan yang terbuat dari material ringan yang gampang rusak. Dua orang lain hilang setelah perahu mereka terbaik ditelan arus sungai.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Reporter BBC melaporkan, situasi di ibukota Ceko menegangkan. Petugas pemadam kebakaran memasang hambatan dari besi dan sukarelawan menumpuk kantong-kantong pasir untuk mencegah air Sungai Vitava membanjiri daratan.

Perdana Menteri Petr Necas memanggil para menterinya untuk rapat darurat guna mengkoordinasikan penanganan bencana.

Pihak berwenang yakin permukaan air tidak akan sampai pada level tahun 2002, di mana ketika itu sebagian besar kota mengalami kerusakan parah akibat terendam banjir.

Curah hujan yang tinggi dikhawatirkan menambah volume air Sungai Danube dan Inn di Jerman.

Pemerintah Jerman di Passau dan Rosenheim telah menyatakan keadaan darurat.

Bavaria bukan satu-satunya yang terdampak akibat meningkatnya volume air di tiga sungai yang mengalir di daerah itu. Saxony, Thurungia dan Baden-Wuttemberg menghadapi ancaman serupa.

Koran Jerman berbasis di Munich, Sueddeutsche Zeitung, melaporkan bahwa tentara dikerhakan ke Bavaria, Saxony dan Thuringia untuk membantu petugas menangani bencana.

Kanselir Jerman mengkoordinasikan penanganan bencana banjir dengan aparat di ketiga wilayah itu lewat telepon.

Sementara itu di Austria, tepatnya di kota Salzburg, ditemukan mayat petugas yang tewas saat membersihkan tanah longsor. Dua orang lainnya menghilang dan orang ketiga hilang di Vorarlberg.

Tentara Austria dikerahkan ke Taxenbach di Selatan Salzburg dengan tugas utama membersihkan daerah yang mengalami longsor sehingga jalan-jalan dapat dilalui kembali.

Daerah Pinzgu, termasuk Taxenbach, telah dinyatakan sebagai daerah berstatus darurat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Siswa MTsN 1 Malang, Peringkat Kelima UN Nasional
Tulisan selanjutnya Tiga Tahun Tragedi Mavi Marmara – Freedom Flotilla (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?