Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rakyat Setuju Swiss Perketat Aturan Suaka

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Juni 2013 20:55 8:55 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Juni 2013 20:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Swiss telah selesai melakukan referendum guna mendengar suara rakyat akan kebijakan pemerintah untuk memperketat aturan suaka, di tengah-tengah tingginya permintaan suaka orang asing di negara mungil itu.

Jajak pendapat rakyat yang ditutup Ahad siang (9/6/2013) waktu setempat menunjukkan, hasil awal sembilan dari 23 wilayah administratif di Swiss menerima perubahan peraturan suaka oleh pemerintah bulan September tahun lalu itu.

Sebelumnya pada akhir bulan Mei kemarin, sebuah jajak pendapat menyebutkan 57 persen rakyat Swiss setuju pengetatan peraturan suaka di negara itu.

Perubahan itu antara lain tidak lagi memasukkan anggota militer yang disersi sebagai salah satu kelompok yang boleh menerima suaka dari Swiss.

Tahun lalu, Swiss kebanjiran pencari suaka dari kalangan militer asal Eritrea. Di negara Afrika itu rezimnya memberlakukan wajib militer tanpa batasan kepada seluruh pria dan wanita dengan bayaran rendah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perubahan ketentuan suaka itu juga mengubah apa yang menjadi ciri khas negara-negara Eropa, di mana orang bisa mencari suaka hanya dengan mengunjungi kantor perwakilan diplomatik di negara asalnya, tanpa harus ke Swiss. Namun perubahan yang diberlakukan sejak September tahun lalu itu, mengharuskan pencari suaka mendatangi langsung negara Swiss untuk mencari perlindungan. Para penentang kebijakan ini menyebut ketentuan itu sebagai “tidak manusiawi.”

Menteri Kehakiman Swiss Simonetta Sommaruga bersikukuh mengatakan bahwa perubahan itu diperlukan dan pihaknya telah secara signifikan mempercepat proses aplikasi suaka.

“Membiarkan orang dan keluarganya dalam jangka waktu lama dalam ketidakpastian adalah hal yang tidak dapat diterima,” kata menteri wanita itu belum lama ini dikutip Al-Jazeera.

Saat ini Swiss sedang menangani 48.000 orang pencari suaka, termasuk 28.631 orang di antaranya datang pada tahun 2012.

Peningkatan jumlah orang pencari suaka terakhir ini didorong oleh adanya peristiwa “Arab Spring”, yang mencapai angka tertinggi sejak perang di kawasan Balkan tahun 1999, di mana 48.000 orang mencari suaka di Swiss.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Velayati Dapat Dukungan Pemuka Agama Syiah di Qom
Tulisan selanjutnya FSLDK Beri Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

LPH Hidayatullah Perkuat Kemitraan dengan Maybank, Fasilitasi 1.000 Sertifikat Halal untuk UMK Indonesia
Berita

LPH Hidayatullah Perkuat Kemitraan dengan Maybank, Fasilitasi 1.000 Sertifikat Halal untuk UMK Indonesia

Berita
24 September 2026 11:12
Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan
Pelatih Irlandia Menyebut Timnya Jengkel Harus Melawan ‘Israel’
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?