Hidayatullah.com–Kelompok Kristen dari berbagai aliran di India sedang bersatu untuk memutus pesatnya pertumbuhan sekte satanisme yang dilaporkan telah mempengaruhi ribuan remaja dan pemuda gereja dalam beberapa bulan terakhir.
Kantor berita The Vatican Fides, dikutip www.religionnews.com Rabu (10/07/2013) melaporkan bahwa lebih dari 3000 pemuda yang sering melakukan ibadah pemujaan setan telah teridentifikasi beroperasi di di Nagaland Kohima.
Sekte satanisme ini menggunakan jejaring sosial untuk menjangkau dan mempengaruhi remaja dan pemuda gereja.
“Beberapa pemuda Kristen yang telah meninggalkan ibadah pemujaan setan itu telah memberitahu kami, mereka melakukan ibadah pada tengah malam di Kohima War Cemetery dan beberapa tempat lainnya dengan diminta mengenakan kaos hitam dan juga dipanggil dengan julukan nama baru,” ungkap direktur Nagaland Missionary Movement, Rev Wati Longkumer.
Longkumer telah memperlihatkan beberapa data dan fakta mengenai sekte satanisme itu, diantaranya formulir keanggotaan sebuah kelompok yang bernama Black Bulls dan mengundang anak-anak dalam ibadah pemujaan setan.
“Pemujaan setan ini telah mengubah pandangan dan sikap para kaum muda, meskipun hingga kini belum ada aktivitas kriminal yang dilaporkan,” ujar Pendeta Ben Dang Toshi Longkumer dari Evangelical Fellowship of India .
Pendeta dan jemaat perlu bersatu hati untuk menjaga dan merangkul setiap anggota persekutuan mereka untuk memahami dan tidak tertipu dengan gerakan sekte yang menyesatkan ini. Karena sedikit ketidakpedulian dari gereja akan membuat kejatuhan terjadi dan member dampak buruk yang meluas.
Sementara itu, Pastor Shan Kikon, dari “Faith Harvest Church ” Protestan di Nagaland, mengatakan ia sendiri telah bertemu dengan seorang mahasiswa 12 tahun yang mengatakan berlatih ibadah setan.
“Setan telah menginvasi asosiasi dan komunitas Kristen dengan menciptakan kebingungan, ketidakpercayaan, divisi” dan sekte setan bisa memiliki “pendeta dan misionaris untuk menyesatkan orang-orang Kristen, menempatkan mereka melawan tuhan dan untuk memperluas kerajaan nya,” demikian dikutip Pendeta Charles Irudayam, Sekretaris Komisi “Keadilan dan Perdamaian” di Konferensi Waligereja India dikutip VA News.*