Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bangladesh Vonis Mati Tokoh Jamaat e-Islami

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 September 2013 09:28 9:28 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 September 2013 09:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mahkamah memvonis mati seorang politisi senior dari Partai Jamaat e-Islami atas dakwaan melakukan pembunuhan massal pada masa perang pemisahan Bangladesh dari Pakistan tahun 1971.

Abdul Qadir Molla, 65, pejabat tertinggi keempat dalam Jamaat e-Islami, menjadi politisi pertama yang dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung, setelah permohonannya agar dibebaskan dari segala tuduhan ditolak.

“Pengadilan memperberat hukumannya dari penjara seumur hidup menjadi hukuman mati,” kata Mohammad Ali, jaksa penuntut pada hari Selasa (17/9/2013).

Tajul Islam, pengacara Molla, mengaku terkejut dengan keputusan mahkamah itu. “Ini pertama kalinya dalam sejarah peradilan di Asia Selatan bahwa vonis pengadilan diperberat oleh Mahkamah Agung,” kata Tajul Islam dikutip Aljazeera.

Saat Bangladesh berusaha memisahkan diri dari Pakistan, sebagian rakyat berkeinginan agar tetap bergabung dengan Pakistan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Konon, jutaan orang tewas dalam perang kemerdekaan Bangladesh itu, di mana perempuan juga banyak yang diperkosa.

Jemaat e-Islami kala itu termasuk kelompok yang ingin agar Bangladesh tidak memisahkan diri dari negara Islam Pakistan. Tetapi, mereka membantah ikut terlibat dalam pembantaian rakyat Bangladesh.

Kelompok sekular di Bangladesh sejak lama menginginkan Jamaat e-Islami dilarang di Bangladesh, karena sikapnya yang menentang pemisahan negara itu dari Pakistan.

Puluhan ribu orang sekuler turun ke jalan di ibukota Dhaka selama berminggu-minggu pada bulan Februari lalu, setelah pengadilan pertama memutuskan Molla divonis hukuman seumur hidup. Mereka menuntut agar pemerintah mengubah undang-undang kejahatan perang, agar tidak memberikan vonis ringan.

Partai Jamaat e-Islami merupakan oposisi terkuat di Bangladesh, saingan berat partai pemerintah yang berkuasa saat ini. Agar dapat mengkriminalkan partai Islam itu, pemerintah bulan Februari lalu –dengan desakan sekularis– mengamandemen undang-undang. Simak laporan sebelumnya: Tokoh Islam Bangladesh Jadi Target Hukuman Mati, Politikus Islam Bangladesh Dinyatakan Sebagai Penjahat Perang, Agar Bisa Perkarakan Partai Islam Bangladesh Amandemen UU.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sosialis Mesir: Kabinet Beblawi Menuju Kegagalan
Tulisan selanjutnya TPM Akan Hadapi Israel di Pengadilan Kriminal Internasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Berita
30 Agustus 2026 10:37
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?