Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Komisaris Tinggi HAM PBB Kecam Penyiksaan di Penjara Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 April 2014 11:18 11:18 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 April 2014 11:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kepala badan urusan hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa hari Senin (14/4/2014) mengecam penyiksaan yang terjadi di penjara-penjara di Suriah, baik oleh pihak rezim maupun kelompok oposisi.

“Dalam konflik bersenjata, penyiksaan merupakan sebuah kejahatan perang. Ketika itu dilakukan secara sistematis atau meluas, yang mana hampir seperti itulah yang terjadi di Suriah, itu juga merupakan sebuah tindak kejahatan atas kemanusiaan,” kata Navi Pillay pimpinan Komisaris Tinggi HAM PBB.

“Saya mendesak pemerintah dan kelompok-kelompok oposisi bersenjata di Suriah segera menghentikan penggunaan siksaan dan perlakuan buruk, serta membebaskan semua orang yang ditahan secara sewenang-wenang dan jelas-jelas melanggar standar HAM internasional. Mereka yang ditahan harus diperlakukan manusiawi,” kata Pillay dilansir Al-Arabiya.

Pernyataan Pillay sejalan dengan laporan yang dirilis kantornya, yang berisi antara lain kesaksiaan dari para korban dan saksi penyiksaan.

“Saat tiba di sebuah fasilitas detensi, para tahanan secara rutin dipukuli dan dipermalukan selama beberapa jam oleh penjaga yang dikenal sebagai ‘pesta penyambutan’,” kata laporan itu, seraya menambahkan bahwa hal itu dialami oleh semua tahanan baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kebanyakan adalah para aktivis -sering kali mahasiswa- dan juga pengacara, personel medis dan pekerja kemanusiaan, dan sebagian mengalami hal itu hanya karena berada di tempat dan waktu yang salah,” tulis laporan tersebut.

Sementara itu, oposisi Suriah meminta agar Amerika Serikat memberikan “respon yang pantas” atas apa yang mereka sebut sebagai genosida yang dilakukan oleh pasukan loyalis Presiden Bashar Al-Assad di Aleppo, kota terbesar kedua di Suriah, lapor Reuters dikutip Al-Arabiya.

Dalam sebuah surat ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry bertanggal 8 April kemarin, pimpinan Koalisi Nasional Suriah Ahmad Jarba menolak tudingan yang mengatakan bahwa pasukan oposisi menarget warga Kristen dan menodai tempat-tempat suci di Latakia, provinsi di Suriah yang terletak di tepian Laut Tengah.

“Pekan-pekan lalu, rezim Assad melakukan pemboman intensif ke Aleppo … dengan bom-bom terbuat dari tong minyak, tanpa pandang bulu membunuh dan melukai banyak warga sipil … menghancurkan seluruh pemukiman penduduk sehingga menimbulkan eksodus massal para pengungsi,” kata Jarba dalam suratnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Krisis Suriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Surat Terbuka untuk Presiden SBY dan Jilbab Polwan
Tulisan selanjutnya Pemerintah Sudah Bayar Diyat, Satinah segera Bebas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?