Hidayatullah.com–Para pejuang Afghanistan dari sebuah kelompok yang berafiliasi dengan Taliban telah mengatakan kepada BBC bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan ISIS/ISIL.
Komandan kelompok itu, Mirwais, juga mengatakan mereka tetap akan memerangi pemerintah Afghanistan bahkan setelah pasukan NATO ditarik akhir 2014 ini.
Jika Daish, akronim nama baru ISIS/ISIL dalam bahasa Arab, benar-benar terbukti sebagai sebuah kekhalifahan Islam, kelompoknya akan bergabung dengan negara Islam itu, kata Mirwais.
“Kami mengetahui Daish dan kami memiliki hubungan dengan sejumlah anggota Daish. Kami menunggu untuk melihat apakah mereka benar-benar memenuhi kriteria untuk disebut sebuah kekhalifahan Islam,” kata Mirwais dikutip BBC (2/9/2014).
“Jika kami mendapatinya benar, kami yakin pemimpin kami akan mengumumkan aliansinya dengan mereka. Mereka adalah mujahidin hebat. Kami berdoa untuk mereka, dan jika kami tidak menemukan ada masalah dalam cara mereka beroperasi, kami akan bergabung dengan mereka.”
Menurut BBC, saat ini ada sekitar 14 garis pertempuran berbeda di seluruh Afghanistan, di mana Taliban memerangi pasukan pemerintah.
Salah satunya adalah di sekitar Pul-e-Khumri, ibukota Provinsi Baghlan di bagian utara Afghanistan. Jaraknya kurang 200km dari Kabul, meskipun demikian perlu waktu 7 jam berkendara ke sana, menyusuri pegunungan dan melewati Salang Pass. Kondisi jalannya berbatu-batu, sangat buruk.
Di daerah itulah wartawan BBC menemui Mirwais, seorang pejuang Afghanistan yang sudah berkali-kali pindah kelompok dan sekarang ikut bergabung dengan kelompok Hizbul Islam. Mirwais mengaku kelompoknya mendapatkan senjata dari tentara Afghanistan.
“Perjuangan kami terutama melawan pasukan Amerika, dan alhamdulillah mereka [bisa] dipaksa melarikan diri. Tetapi kami akan terus berjuang hingga terbentuk sebuah pemerintahan Islam,” katanya.
“Pemerintah tidak punya kendali atas daerah yang sulit dijangkau. Mereka tidak bisa sampai ke desa-desa tanpa kekuatan yang besar.” ujarnya.*