Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Akibat Konflik Tahun 2014 59,5 Juta Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Juni 2015 13:04 1:04 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Juni 2015 13:04
Bagikan
Mayat migran di Sahara.
Bagikan

Hidayatullah.com—Jumlah orang yang kehilangan tempat tinggal akibat perang, kekerasan atau pembantaian mencapai rekor pada tahun 2014 dengan angka 59,5 juta orang, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam laporannya yang dirilis hari Kamis (18/6/2015).

Angka itu merupakan yang tertinggi yang pernah dicatat lembaga pengungsi PBB, UNHCR, sejak didirikan tahun 1950. Jumlah pengungsi naik 16 persen dari tahun 2013 yang mencapai 51,5 juta orang, lapor Euronews.

Angka itu, yang terdiri dari pengungsi (19,5 juta) dan orang yang kehilangan tempat tinggal tetapi masih bertahan di dalam negeri (38,2 juta), kurang lebih sama dengan jumlah penduduk Italia, negara yang belakangan menjadi batu loncatan para pengungsi dari Afrika menuju Eropa.

Laporan tersebut dimunculkan di tengah-tengah perdebatan sengit Uni Eropa tentang proposal Komisi Eropa agar negara-negara anggota-anggota mau menerima distribusi kuota relokasi 40.000 migran dari Italia dan Yunani.

Konflik di Suriah dan Afrika merupakan penyebab terbesar melonjaknya jumlah pengungsi tahun 2014 di seluruh dunia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tahun lalu, Turki menjadi negara yang paling banyak menampung pengungsi. Dari sekitar 1,59 juta pengungsi yang ditampung Turki, sedikitnya 1 juta orang berasal dari Suriah.

Setelah Turki, negara kedua terbanyak menampung pengungsi tahun 2014 adalah Pakistan dengan 1,51 juta orang, dan disusul Libanon dengan 1,15 juta orang.

Data PBB menunjukkan bahwa negara-negara berkembang jauh lebih banyak menampung pengungsi daripada negara-negara kaya.

Dua puluh tahun silam, negara-negara kaya menampung hanya 30 persen pengungsi dunia, sementara negara-negara berkembang 70 persen.

Tahun 2014, negara-negara berkembang menampung 86 persen pengungsi dunia, atau sekitar 12,4 juta orang.

Sejak PBB mulai mengeluarkan laporan mengenai orang-orang yang kehilangan tempat tinggal (pengungsi dalam negeri) di tahun 1989, angka pengungsi dalam negeri tahun ini mencapai rekor tertinggi dengan 38,2 juta orang. Angka itu naik dari 23,9 juta di akhir 2013.

Jumlah tersebut termasuk 5,1 juta pengungsi Palestina, yang mendapatkan bantuan khusus dari lembaga urusan pengungsi PBB khusus Palestina, UNRWA.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketika Dahi dan Lambung Disetrika (2)
Tulisan selanjutnya Hungaria Dirikan Pagar Anti-Migran di Perbatasan dengan Serbia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?