Hidayatullah.com—Serangan balasan tentara Mesir atas kelompok-kelompok bersenjata di daerah Syeikh Zuweid dan Rafah di Sinai Utara hari Kamis (2/7/2015) menewaskan 35 anggota militan, kata sumber keamanan kepada kantor berita MENA seperti dikutip Aswat Masriya.
Mereka yang terbunuh itu termasuk “elemen-elemen sangat berbahaya”, lapor MENA hari Jumat pagi (3/7/2015).
Pasukan keamanan Mesir melancarkan operasi di Syeikh Zuwaid, menyusul serangkaian serangan oleh para militan di Sinai.
Serangan militan hari Rabu lalu menewaskan 17 personel militer dan 13 lainnya luka-luka, kata jurubicara angkatan bersenjata Mesir. Namun, sejumlah sumber keamanan mengatakan kepada Aswat Masriya bahwa jumlah tentara Mesir yang menjadi korban mencapai 60 orang.
Anshar Baitul Maqdis (ABM) mengaku sebagai pelaku serangan tersebut. ABM merupakan militan berbasis di Sinai yang telah memproklamirkan baiatnya kepada pemimpin Negara Islam bentukan ISIS/ISIL. Seperti ISIS/ISIL yang mengubah nama menjadi Negara Islam (Dawlah Islamiyyah), ABM mengubh namanya menjadi Provinsi Sinai.
Hari Rabu militer Mesir mengumumkan bahwa 100 orang tersangka militan telah terbunuh dalam bentrokan menyusul serangan-serangan di Sinai.
Serangan militan di Sinai itu terjadi setelah serangan bom mobil di Kairo menewaskan jaksa umum Hashim Barakat pada hari Senin. Baca juga berita sebelumnya: Jaksa Mesir Hisham Barakat meninggal dunia akibat serangan bom dan Mesir tangkap orang yang menyebut militan pro-Mursy sebagai pembunuh jaksa Hisham Barakat.*