Hidayatullah.com—Partai Rakyat Demokrat (HDP, sebuah partai pro-Kurdi peserta pemilu 1 Nopember kemarin, menilai penyelenggaraan pemilihan dini di Turki kali ini kondisinya tidak adil.
Meskipun mendapatkan suara 13 persenpada pemilu Juni lalu –yang menjadi penyebab hilangnya suara mayoritas partai pemerintah AKP di parlemen, dalam pemilu dini 1 Nopember kemarin perolehan suara HDP merosot menjadi hanya 10,8 persen. Penurunan itu menurut HDP disebabkan kondisi di Turki yang tidak kondusif bagi terselenggaranya sebuah pemilihan yang adil.
Sebagaimana diketahui, HDP menjadi target dalam kampanye partai pemerintah AKP, terkait sejumlah serangan mematikan di Turki menjelang pemilu 1 Nopember. Dalam kampanye HDP dituding memiliki keterkaitan dengan PKK (Partai Pekerja Kurdi) –organisasi etnis Kurdi yang dinyatakan terlarang.
Enam pekan setelah pemilu Juni lalu, kelompok PKK melancarkan serangan atas pasukan keamanan Turki.
Wakil Ketua HDP Selahattin Demirtas dalam konferensi pers di kantor pusat partai, hari Senin (2/11/2015), menegaskan bahwa pemilihan kali ini diselenggarakan dalam lingkungan yang tidak fair. “Kami tidak dapat melangsungkan kampanye pemilu, sebab kami harus melindungi orang-orang kami dari berbagai serangan,” kata Demirtas seperti dikutip Today’s Zaman. Demirtas merujuk pada 2 serangan bom di Ankara awal Oktober yang menewaskan tidak kurang dari 102 orang. Kebanyakan korban adalah orang-orang yang mendukung proses pemukiman warga Kurdi. Akibat ledakan bom itu, kampanye HDP menjadi terbatas dan banyak yang dibatalkan.
Selain itu, wakil ketua HDP itu juga mengatakan bahwa partainya mati-matian untuk melakukan kampanye, sebab seluruh fasilitas pemerintah dipakai untuk melawan partainya. HDP mengkritik terbatasnya liputan kampanye partai-partai selain AKP oleh stasiun-stasiun televisi milik pemerintah. Sementara partai pemerintah itu bebas menggunakan media milik negara untuk menyampaikan kampanye hitam atas HDP dalam durasi yang panjang.
Ertugul Gunay, seorang mantan menteri dari partai pemerintah AKP, mengatakan lewat pesannya di Twitter bahwa tujuan utama dari pemilihan dini 1 Nopember adalah untuk menekan HDP supaya tidak bisa mendapatkan suara pemilih di atas electoral threshold.
Jika HDP gagal untuk melewati electoral threshold itu, maka AKP akan mendapatkan limpahan dari seluruh suara yang berhasil dimenangkan HDP, terutama di provinsi-provinsi bagian selatan Turki di mana banyak etnis Kurdi tinggal.
Pemilu dini 1 Nopember kemarin dilakukan setelah perdana menteri Ahmet Davutoglu gagal membentuk pemerintahan koalisi, setelah AKP kehilangan mayoritas suara di parlemen dari hasil pemilu Juni. Dalam pemilu Juni lalu secara mengejutkan, HDP –yang semula diprediksi tidak akan mampu melampaui electoral threshold, sehingga ada peluang hasil suaranya diambil AKP– ternyata mendulang suara yang cukup untuk mendapatkan kursi parlemen, yang berarti mengurangi jatah kursi AKP.
Gunay menambahkan, PKK justru memberikan keuntungan kepada AKP melalui serangan-serangan yang dilancarkannya atas pasukan keamanan Turki.
Lebih dari 150 personel keamanan Turki tewas dalam serangan PKK sejak Juni lalu.*