Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Erdogan Sebut Kebijakan Sektarian Iran Sumber Kekacauan di Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Desember 2015 10:37 10:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Desember 2015 12:00
Bagikan
Erdogan mengatakan Turki akan tetap selalu mendukung rakyat Suriah dan tetap membayar, dan terus membayar harga yang cukup mahal
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Turki Recep Tayyip Erodgan mengatakan Hari Ahad jika Russia tidak memandang rezim Suriah Bashar al Assad  sebagai alat untuk menunjukkan kekuatannya di wilayah Mediterania dan jika Iran tidak mengadopsi kebijakan politik sektarian, dunia mungkin tidak akan menyaksikan keadaan yang terjadi baru-baru ini di Suriah.

Berbicara pada pertemuan yang ke 30 dari Birlik Vakfi (Persatuan Badan Amal), Erdogan mengatakan Turki tidak akan menutup mata pada penderitaan orang-orang di wilayah dan di dunia.

“Kami akan menahan amarah, tetapi kami tidak akan berpura-pura tuli pada saudara-saudara kami yang berada dalam penindasan,” ujarnya dikutip Daily Sabah Ahad (27/12/2015).

Mengomentari argumen Moskow bahwa pasukan Rusia berada di Suriah karena undangan dari rezim Suriah, Erdogan mengatakan:

“Anda tidak wajib menerima panggilan pertolongan dari sebuah pemerintahan yang telah membantai 400.000 orang,” ujarnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia juga mengatakan, jika Iran tidak mendukung Assad karena faktor kebijakan sektariannya, perang di Suriah mungkin tidak akan menjadi seperti sekarang, di mana ribuan pasukan Iran dan beberapa kelompok milisi Syiah dari Libanon dan Iraq berperang dan membela rezim.

Erdogan mengatakan Turki akan tetap selalu mendukung rakyat Suriah dan tetap membayar, dan terus membayar harga yang cukup mahal atas sikap berprinsip, tetapi tidak akan membiarkan penderitaan orang-orang yang menderita. Dia mengkritisi sikap Barat atas  sikap acuh tak acuh pada krisis itu.

“Segalanya akan berbeda jika negara Barat memberikan dukungan pada oposisi moderat,” kata Erdogan, dia menambahkan bahwa mereka hanya akan mulai mengambil sikap ketika para pengungsi tiba di pintu rumah mereka.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita milik Arab Saudi Al-Arabiya, Erdogan juga menunjuk ketepatan waktu krisis Iraq dengan penempatan pasukan Turki di kamp Bashiqa utara Mosul, yang datang setelah penolakan Turki atas permintaan Rusia untuk bergabung pada aliansi yang bekerja sama dengan Presiden Suriah Bashar Assad dan pasukan rezim bersama pasukan Iraq dan Iran.

Hubungan antara Turki dan Iraq masih baik, kata Erdogan dan dua negara membahas tentang perkembangan terkini masalah dalam negeri pada kunjungan terakhir Perdana Menteri Iraq Haider al-Abadi ke Turki.

Dia juga menekankan bahwa Abadi meminta  bantuan Turki setelah ISIS mengambil alih negara terbesar kedua Iraq, Mosul, dan Ankara sepenuhnya siap untuk membantu Iraq.

Erdogan mengatakan Turki meminta Iraq untuk menyediakan lokasi yang nyaman bagi tentara Turki untuk melakukan pelatiahn dan Iraq memilih sebuah kamp di Bashiqa. Dia juga mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Iraq Khaled al-Obaidi mengunjungi kamp pada saat itu.

“Sepertinya pengerahan pasukan di Suriah telah mempengaruhi situasi itu. Suriah, Iraq, Rusia dan Iran telah membentuk sebuah aliansi, dan Rusia meminta kami untuk bergabung dengan aliansi tersebut. Tetapi saya berkata pada Presiden [Vladimir] Putin bahwa Saya tidak dapat duduk bersama dengan seorang presiden yang tidak memiliki legitimasi,” kata Erdogan.

Iran tidak dapat lagi menyembunyikan ambisi mereka untuk mendapatkan senjata nuklir, kata Erdogan, dan dunia tidak membantu usaha nuklir Iran.

Berbicara atas nama hubungan bilateral antara dua Negara, Erdogan mengatakan terdapat perbedaan antara Turki dan Iran, tetapi dia tidak ingin perbedaan-perbedaan tersebut mempengaruhi hubungan bertetangga.

“Kita seharusnya tidak menjadi musuh bagi lainnya karena sikap sektarian” kata Erdogan. “Acuan kita harusnya Islam. Ada usaha-usaha di dunia yang ingin memisahkan kita.”

Erdogan mengatakan dunia Islam harus dibangun bersama dan harus bergabung dengan usaha tersebut.

“Lihat apa yang terjadi di Iraq, Suriah, Palestina, dan Libya. Kita harus melewati masalah-masalah itu. Jika kita menyelesaikan hal tersebut, dunia Islam akan lebih hebat,” katanya lagi.*/Nashirul Har AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:erdiganiranRecep Tayyip ErdogansectariansuriahTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sodik Curiga Ada Aktor Intelektual di Balik Kasus Terompet Berbahan Sampul Al-Quran
Tulisan selanjutnya 2 Kali “Ojek Gratis” Dari Allah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?