Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gereja Anglikan Beri Sanksi Cabangnya di Amerika Serikat karena Dukung Perkawinan Homoseksual

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Januari 2016 21:22 9:22 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Januari 2016 21:11
Bagikan
Uskup Agung Canterbury Justin Welby, pemimpin tertinggi Gereja Anglikan.
Bagikan

Hidayatullah.com—Gereja Anglikan memberikan sanksi kepada cabangnya yang liberal di Amerika Serikat karena mendukung perkawinan sesama jenis. Namun, tindakan itu dinilai tidak menyelesaikan krisis yang sedang terjadi di tubuh gereja pecahan Katolik Roma tersebut, lapor Reuters Jumat (15/1/2016).

Gereja Anglikan, yang berpusat di Inggris dan diperkirakan memiliki 85 juta orang pengikut di 165 negara, mengalami krisis sejak 2003 karena argumen soal seksualitas dan gender antara cabang gereja yang liberal di Barat dengan sejawat mereka yang lebih konservatif di Afrika.

Menyusul pertemuan tertutup selama empat hari, 38 kepala provinsi Anglikan di seluruh dunia mengatakan Episcopal Church di Amerika Serikat dilarang ikut serta dalam pengambilan keputusan, penetapan doktrin maupun tata kelola selama 3 tahun.

Pimpinan Episcopal Church Uskup Michael B. Curry mengatakan dalam website gerejanya bahwa keputusan itu “sangat menyakitkan”, dan mengatakan kepada uskup-uskup sejawatnya bahwa meskipun demikian dirinya bertekad untuk “seiring sejalan dengan teman-teman dari keluarga Anglikan.”

Menjelang pertemuan, yang dipimpin oleh pemimpin tertinggi Gereja Anglikan Uskup Agung Canterbury Justn Welby, tokoh-tokoh spiritual Anglikan dari kawasan Afrika mengancam akan meninggalkan ruang pertemuan, kecuali jika “aturan Tuhan” dipulihkan. Ancaman itu menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perpecahan formal di tubuh Gereja Anglikan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gereja-gereja Anglikan di Afrika menentang perkawinan sesama jenis dan tetap meyakini ajaran Kristen yang menyebutkan bahwa homoseksualitas adalah dosa besar. Sementara gereja-gereja Anglikan di negara-negara Barat, yang berpaham lebih liberal, memilih bersikap lunak dan kompromistis terhadap homoseksual dan bahkan ada yang mendukung perkawinan sesama jenis.

Peter Jensen, seorang mantan uskup agung di Sydney yang berpaham konservatif, menilai keputusan Gereja Anglikan itu “kurang tegas” karena tidak menegaskan ajaran tradisional Kristen perihal perkawinan. Meskipun demikian, dia mendukung sanksi yang diberikan kepada Gereja Episkopal di AS tersebut.

Selain soal pengakuan perkawinan homoseksual, perselisihan lain yang sedang dihadapi oleh Gereja Anglikan adalah soal pentahbisan para wanita dan pentahbisan pria yang mengaku secara terbuka sebagai gay untuk disahkan sebagai pendeta atau uskup.

Anglikan merupakan aliran Kristen ketiga yang paling banyak memiliki pengikut di seluruh dunia, setelah Katolik Roma dan Orthodoks.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Shabab Serang Pangkalan Uni Afrika di Somalia
Tulisan selanjutnya Di PLN Pusat, Empat Remaja Asmat Bersyahadat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?