Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kecewa dengan Kenyataan Hidup di Jerman, Pengungsi Iraq Pulang Kampung

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Januari 2016 12:09 12:09 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Januari 2016 12:09
Bagikan
Heval Aram, memegang tablet, bersama dengan pengungsi Iraq lain menunggu penerbangan untuk kembali ke negaranya.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sejumlah pengungsi Iraq kecewa dengan kenyataan hidup di Jerman yang jauh dari harapan, akhirnya mereka memilih kembali pulang ke Iraq.

Heval Aram sedang menunggu jadwal penerbangannya ke Iraq. Aram mengatakan dia dan keluarganya melakukan perjalanan selama 12 hari untuk mencapai Jerman. Namun, kondisi buruk di kamp pengungsi mendorong mereka kembali pulang ke negara asalnya.

“Mereka (Jerman, red) mengumpulkan orang di kamp-kamp yang kondisinya sangat buruk, tidak ada tempat untuk tidur, mandi atau istirahat. Tak ada harapan di Jerman ini. Saya berharap tidak ada orang yang meninggalkan rumahnya untuk datang ke sini,” kata Aram seperti dilansir Euronews (22/1/2016).

Pengungsi Iraq lainnya mengatakan harga makanan di Jerman sangat mahal, tidak mencukupi dengan uang yang mereka terima dari pemerintah Jerman.

Proses mendapatkan suaka juga dinilai terlalu lambat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para pengungsi itu terpaksa menjual perhiasan dan barang berharga yang mereka miliki ke toko gadai untuk membeli tiket pulang ke negara asalnya. Bawaan mereka lebih sedikit dibanding bawaan ketika pergi menuju Jerman.

“Sudah banyak yang pulang kembali. Saya tidak tahu berapa jumlah pastinya, tetapi jumlahnya banyak. Sebagian harus menjual barang-barang berharga mereka, contohnya ke toko perhiasan di sebelah, supaya bisa membeli tiket pulang ke Arbil atu Baghdad,” kata Alla Hadrous seorang pemilik toko gadai.

Bagi sebagian orang tinggal di negara yang sedang dilanda konflik bersenjata masih lebih baik dibanding tinggal di penampungan pengungsi di negeri asing. Sementara sebagian orang lainnya masih ingin mencoba mencari kehidupan baru di Jerman.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jalankan Adab, Hidup Lebih Berkah
Tulisan selanjutnya pemikiran islam liberal LGBT Ancaman Serius Bangsa, Ulama-Ormas Islam Dituntut Mengadang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?