Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Australia Butuh 5 Triliun Hanya Untuk Bertanya kepada Rakyat Ya atau Tidak Soal Perkawinan Homoseksual

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Maret 2016 11:33 11:33 am
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Maret 2016 11:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemungutan suara rakyat perihal perkawinan homoseksual akan membebankan Australia sebesar A$525 juta atau tidak kurang dari 5 triliun rupiah (A$1 = Rp9.810), menurut laporan terbaru.

Pemerintah Australia bermaksud menggelar plebisit tidak mengikat tentang dipebolehkannya atau tidak perkawinan sesama jenis, meskipun tanggal pelaksanaan belum ditentukan.

Komisi Pemilu Australia (AEC) sebelumnya memperkirakan plebisit itu akan membutuhkan biaya A$158 juta.

Namun, riset yang dilakukan oleh firma akuntansi PwC menunjukkan angka itu terlalu rendah, karena tidak mencakup “seluruh biaya ekonomi” dalam perhitungannya.

PwC hari Sabtu lalu mengatakan bahwa untuk melakukan plebisit tersendiri perihal perkawinan homoseksual akan membebankan perekonomian negara Australia A$280 juta.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sedangkan dampak “kesehatan mental dan kesejahteraan rakyat” juga akan terbebani sekitar A$20 juta, menurut laporan PwC seperti dilansir BBC hari Senin (14/3/2016).

Sementara itu, dana untuk kampanye pro maupun kontra perkawinan homoseksual dibutuhkan A$66 juta.

“Biaya sebenarnya yang harus ditanggung pemerintah, perekonomian dan anggota masyarakat untuk menggelar plebisit tersendiri besarnya tiga kali lipat dibanding angka yang sudah disebutkan itu,” kata CEO PcW Australia Luke Sawyer dalam pernyataannya.

“Beban ekonomi keseluruhan sebelumnya tidak dipertimbangkan, dan seharusnya menjadi bagian dalam perdebatan untuk mencapai resolusi terbaik dalam masalah ini,” imbuhnya.

Namun senator liberal Eric Abetz, seorang penentang perkawinan homoseksual, mempertanyakan metodologi perhitungan yang dipakai PwC. Menurut Abetz kepada stasiun televisi Australia ABC, membicarakan biaya yang membengkak dua kali lipat atau tiga kali lipat untuk menyelenggarakan pemungutan suara seperti mengajak orang untuk mencampakkan demokrasi, karena banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk itu.

Menurut riset PwC, jika plebisit itu dilakukan bersamaan dengan pemilihan umum federal yang akan datang, dan tidak dilakukan tersendiri, maka biayanya dapat ditekan menjadi A$113 juta.

Pemilihan umum legislatif saja, tanpa plebisit, akan membutuhkan biaya A$17 juta, kata PwC.

Usulan plebisit perihal perkawinan sesama jenis di Australia diusulkan oleh Tony Abbott ketika masih menjabat perdana menteri. Malcolm Turnbull, yang menggantikan Abbott sebagai perdana menteri sejak tahun lalu, mengatakan akan meneruskan rencana plebisit itu.

Istilah plebisit kadang kala dipakai bergantian dengan referendum. Keduanya sama-sama upaya negara untuk meminta pendapat rakyat perihal suatu masalah. Jika dibedakan penggunaannya, plebisit biasanya diartikan sebagai penentuan kehendak rakyat yang hasilnya tidak mengikat pemerintah atau dengan kata lain pemerintah bisa mengambil sikap berbeda dengan hasil pemungutan suara itu, sedangkan referendum hasilnya mengikat pemerintah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wantimpres: Penangkalan Terorisme Jangan Hanya di Hilir, Tapi Juga Dari Hulu
Tulisan selanjutnya Pindah Markas ke Inggris Perusahaan Kosmetik Avon akan PHK Ribuan Pekerjanya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?