Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Legendaris Tinju Dunia Muhammad Ali Meninggal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Juni 2016 13:36 1:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juni 2016 14:20
Bagikan
Mantan juara dunia tinju kelas berat Muhammad Ali dilarikan ke rumah sakit pada Kamis (2/6/2016) malam atau Jumat dini hari WIB. Sejak Jumat (3/6/2016),
Bagikan

Hidayatullah.com— Petinju legendaris asal Amerika Serikat, Muhammad Ali, mengembuskan nafas terakhir  Jumat (03/06/2016)  atau Sabtu WIB.

Muhammad Ali meninggal akibat komplikasi penyakit parkinson yang dideritanya.  Ali dilarikan ke salah satu Rumah Sakit di Phoenix, setelah mengalami gagal organ dan kesulitan bernapas.

Juru bicara keluarga Muhammad Ali, Bob Gunnel, menyampaikan kabar duka ini. Ali memang telah menderita penyakit Parkinson sejak 1980-an.

“Setelah pertempuran 32 tahun dengan penyakit Parkinson, Muhammad Ali telah meninggal pada usia 74. Tiga kali juara dunia kelas berat itu meninggal malam ini,” kata Bob seperti dilansir USA Today, sesaat lalu.

Mantan juara dunia tinju kelas berat itu dilarikan ke rumah sakit pada Kamis (2/6/2016) malam atau Jumat dini hari WIB. Sejak  Jumat (3/6/2016), keluarga Ali, termasuk putrinya yang juga petinju, Laila, telah berkumpul di rumah sakit.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Petinju  yang bernama asli Cassius Clay ini dilahirkan di Kentucky pada 1942. Ia menjadi juara dunia pada 1964 dan gelarnya dicopot karena menolak ikut wajib militer pada 1967.

Ali mulai melejit sebagai petinju besar sejak meraih medali emas Olimpiade pada 1960. Ia menghipnotis publik tinju dunia setelah meng-KO petinju Sonny Liston untuk mengklaim gelar pada tahun 1964 pada usia 22.

Memeluk Islam

Di zamannya,  Casius Mercelus Clay dikenal sebagai seorang petinju yang sangat ditakuti oleh lawan-lawannya hingga dijuluki The Greatest (terbesar).

Saat itu,  dia mampu menaklukkan peitnju-petinju terbesar seperti; George Foreman, Sony Liston, Joe Frazier. Bahkan, pertarungannya melawan Foreman serta Joe Frazier menjadi pertarungan terbaik sepanjang abad ke-20 yang sempat  membuatnya dinobatkan sebagai seorang petinju terbesar di abad 20.

Muhammad Ali2
Cassius Marcellus Clay mengganti namanya menjadi Muhammadi Ali pada tahun 1975 setelah bergabung pada kelompook Nation of Islam yang kontroversial

Cassius dilahirkan pada 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Daerah yang dikenal dengan ayam goreng khasnya ini juga terkenal dengan perbedaan etnis yang kental. Ayahnya, Cassius Marcellus Clay Sr, adalah pelukis papan nama dan reklame. Ibunya, Odessa Grady Clay, seorang pembantu rumah tangga.

Cassius Marcellus Clay  mengganti namanya  menjadi Muhammadi Ali pada tahun 1975 setelah bergabung pada kelompook Nation of Islam yang kontroversial.

Saat itu, ia menyatakan memeluk Islam dan bersyahadat  di atas ring. Di antara tepuk riuh jutaan penonton dan kilatan-kilatan lampu kamera, Clay berdiri dan mengumumkan.

”Aku meyakini bahwa aku sedang berada di depan sebuah kebenaran yang tak mungkin berasal dari manusia,” ujarnya sambil mengucapkan dua kalimat syahadat sekaliagus  pengumuman pergantian namanya menjadi Muhammad Ali Clay.

Sejak saat itu, ia membelanjakan uangnya beberapa ratus ribu dolar untuk buku-buku dan pamflet-pamflet Islami supaya dapat memperkenalkan agama barunya.

Akibat aktivitasnya, para dokter di AS memvonisnya dengan penyakit Sindroma Parkinson, bicaranya mulai lamban, serta ada indikasi kerusakan pada selaput (membran) di otak hingga dia dipanggil Allah Subhanahu Wata’ala.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:masuk islamMuhammad AliParkinsonPetinju
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Pusat Perintahkan Cabut Sertifikasi Halal Palsu
Tulisan selanjutnya Menimbang Urgensi Penyatuan Awal Ramadhan dan Dua Hari Raya Umat Islam [3]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI

Berita
17 September 2026 16:00
Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
Norwegia Ancam Penjara 3 Tahun bagi Perusahaan yang Berdagang dengan Permukiman Israel
87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah
Dorong Tinggalkan Kebiasaan Scrolling, Singapura Beri Imbalan Warganya yang Baca Buku

Terbaru

  • Di Jepang Sekarang Ada 100.000 Orang Berusia 100 Tahun atau Lebih
  • Dapat Izin dari Indonesia, Malaysia akan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
  • Masjid Polisi Diserang Bom Mobil Saat Shalat Jumat di Khyber Pakhtunkhwa
  • Pengadilan Bangladesh Jatuhkan Hukuman Mati Atas Tujuh Pejabat Senior Era PM Hasina
  • Jubir Taliban Peringatkan Pakistan Supaya Tidak Melakukan Operasi Militer di Wilayah Afghanistan
  • Mantan Bos Tabung Haji Malaysia Terdakwa Korupsi, Keluarganya Diminta Serahkan Daftar Aset
  • Ledakan Terdengar di Riyadh, Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara
  • Dorong Tinggalkan Kebiasaan Scrolling, Singapura Beri Imbalan Warganya yang Baca Buku
  • Irlandia Boikot Eurovision untuk Kedua Kalinya, Soroti Situasi Kemanusiaan Gaza
  • Mantan Presiden Kosovo Dihukum Penjara 25 Tahun karena Kejahatan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?