Hidayatullah.com—Gubernur Tokyo mengatakan mundur dari jabatannya di tengah-tengah skandal pengeluaran, lansir BBC dari media di Jepang.
Yoichi Masuzoe menghadapi kritikan keras perihal dugaan penggunaan dana milik pemerintah untuk membayar liburannya, barang seni dan buku-buku komik untuk anak-anaknya.
Pernyataan itu dibuat Masuzoe sebelum mendapat mosi tidak percaya dari dewan perwakilan daerah Tokyo hari Rabu (15/6/2016) berkaitan dengan skandal tersebut.
Skandal itu mencuat menjelang pemilihan umum anggota majelis tinggi parlemen, dan dipandang dapat merusak citra Partai Liberal Demokrat kendaraan politik Perdana Menteri Shinzo Abe.
Masuzoe, yang ketika kampanye pemilihan gubernur Tokyo menjanjikan pemerintahan bersih, membantah telah melanggar hukum. Namun, dia mengakui ada masalah dengan gaya hidupnya yang membutuhkan dana tidak sedikit.
Bulan April lalu terungkap bahwa Masuzoe menggunakan mobil dinas untuk berakhir pekan ke sebuah cottage di selatan Tokyo.
Selain itu muncul laporan tentang pengeluaran berlebihan dalam perjalanan dinas yang dilakukannya, akomodasi dengan fasilitas spa, liburan mewah keluarganya dan pembelian pakaian-pakaian mahal.
Menurut Masuzoe, banyak dari barang-barang yang dibelinya –termasuk kemeja sutera China– adalah untuk kepentingan riset material. Sebelumnya dia juga mengatakan bahwa asistennya yang mengurus pemesanan akomodasi dan akuntannya kemungkinan memasukkan pengeluaran pribadi ke dalam belanja dinas.
Media di Jepang mengutip pernyataan Masuzoe yang mengatakan bahwa dia perlu mengunjungi rumah tetirahnya secara berkala sebab rumah itu memiliki kamar mandi lebih besar, sehingga dia bisa merenggangkan kakinya dan membuatnya tetap segar.
Gubernur Tokyo itu kemudian mengatakan akan mengembalikan uang yang telah dipakainya untuk kepentingan pribadi dan berjanji akan mengendalikan pengeluarannya.
Pendahulu Masuzoe, Naoki Inose, juga mundur dari jabatan gubernur Tokyo karena skandal anggaran pada tahun 2013, tidak lama setelah Tokyo mendapatkan hak untuk menjadi tuang rumah Olimpiade 2020.*