Hidayatullah.com—Pihak keamanan Turki dikabarkan menahan Mohammet Sait Gulen, keponakan Fethullah Gulen, setelah upaya kudeta yang gagal menurut laporan NTV pada Sabtu (23/07/2016).
Menurut laporan itu Mohammet Sait Gulen ditahan di kota Erzurum, bagian timur laut Turki, dan akan diperiksa oleh jaksa penuntut umum di Ankara yang menyelidiki perkara itu.
Menurut Al Arabiya, wilayah Ezurum diduga telah menjadi rumah bagi pendukung Gulen dan anggota gerakan Hizmet, dekat dengan tempat kelahirannya di Kocruk.
Aparat keamanan juga dikabarkan menangkap salah satu orang dekat Fethullah Gulen, di provinsi Trabzon, wilayah timur laut Turki, Sabtu (23/7/2016).
Davut Hanci, digambarkan sebagai tangan kanan Gulen, diketahui memasuki Turki dua hari sebelum kudeta pecah. Demikian keterangan kantor presiden Turki.
Media Turki menyebut Hanci adalah orang kepercayaan Gulen yang biasa bertugas mengirimkan dana kepada ulama yang kini bermukim di AS itu.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelumnya menuntut ekstradisi Fethullah Gulen yang kini tinggal di Amerika Serikat setelah menuduh dia mendalangi upaya kudeta 15 Juli.
Sementara itu, di tempat terpisah, aparat keamanan juga menangkap putra menantu Akin Ozturk, mantan panglima angkatan udara yang ditangkap karena dianggap salah satu dalang kudeta.
Menantu Ozturk itu, Letnan Kolonel Hakan Karakus ditahan di Ankara. Sebelumnya, polisi juga sudah menangkap keponakan Fethullah Gulen. Pendukung Gulen telah banyak memegang posisi penting di sektor keamanan, pelayanan publik, media dan bisnis Turki — meski jumlahnya sudah banyak berkurang.
Di selatan Istanbul, tepatnya di wilayah Yalova, polisi menangkap Kerime Kurmas, seorang pilot perempuan Angkatan Udara Turki.
Seperti yang lainnya, Kurmas juga dituduh menerbangkan jet F-16 di ats kota Istanbul di malam terjadinya kudeta bersama dua pilot lainnya. Sebanyak 5.600 tersangka dituduh berhubungan dengan kudeta itu sejauh ini masih ditahan menurut laporan kantor berita pemerintah Turki, Anadolu, Sabtu.
Menurut data pengadilan terkini sebanyak 5.613 tersangka dari 12.652 orang yang ditahan dituduh terkait dengan upaya kudeta itu.
Sekitar 300 polisi, 3.649 tentara, 1.559 aparat peradilan, 20 kepala administrasi dan 93 orang lainnya dirujuk ke pengadilan setelah menjalani pemeriksaan polisi.*