Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Norwegia Geser Denmark Sebagai Negara Paling Bahagia di Dunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Maret 2017 08:03 8:03 am
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Maret 2017 08:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Norwegia menggeser Denmark sebagai negara paling bahagia di dunia menurut World Happiness Report 2017 yang dirilis hari Senin (20/3/2017).

Laporan yang dibuat Sustainable Development Solutions Network (SDSN) itu menyebut negara-negara di kawasan Nordik adalah yang paling bahagia sejagad. SDSN adalah inisiatif global yang diluncurkan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2012.

Negara-negara di kawasan sub-Sahara Afrika, serta Suriah dan Yaman, adalah yang paling tidak bahagia. Negara-negara itu menduduki posisi terbawah dari 155 negara yang di-ranking.

“Negara-negara bahagia adalah yang memiliki keseimbangan kemakmuran yang sehat, sebagaimana ukuran konvensional, serta kapital sosial, yang artinya ada kecepercayaan tinggi dalam masyarakat, ketidaksetaraan yang rendah, serta kepercayaan yang tinggi terhadap pemerintah,” kata Jeffrey Sachs, direktur SDSN dan penasihat khusus untuk Sekjen PBB, dalam sebuah wawancara seperti dikutip Reuters.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan itu ditujukan untuk memberikan alat tambahan bagi pemerintah-pemerintah, kalangan bisnis dan masyarakat untuk membantu negara mereka menjadi lebih baik kondisinya.

Norwegia, Denmark, Islandia, Swiss, Finlandia, Belanda, Kanada, New Zealand, Australia dan Swedia, berada di peringkat teratas negara paling bahagia di dunia.

Sudan Selatan, Liberia, Guinea, Togo, Rwanda, Tanzania, Burundi, dan di posisi paling buncit Republik Afrika Tengah, merupakan negara yang paling tidak bahagia.

Jerman berada di urutan ke-16, Inggris di posisi 19, Prancis harus puas di urutan ke-31, dan Amerika Serikat melorot satu anak tangga ke posisi 14.

Menurut Sachs, Amerika Serikat posisinya turun karena di negara itu terdapat ketidaksetaraan, korupsi dan ketidakpercayaan terhadap pemerintah.

Penilaian yang dilakukan SDSN berdasarkan pada enam faktor, yaitu gross domestic product (GDP) per kapita, harapan hidup yang sehat, kebebasan, kedermawanan, dukungan sosial, serta tidak adanya korupsi di kalangan pemerintah dan dunia usaha.

Negara yang termasuk paling rendah tingkat kebahagiannya, umumnya ditandai dengan nilai yang rendah di keenam faktor tersebut.

Sachs mengatakan negara-negara di dunia hendaknya meniru Uni Emirat Arab dan negara lain yang memiliki kementerian kebahagiaan, supaya dapat menilai, mengkaji, dan mengetahui apakah negara bersangkutan menuju ke arah yang salah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Miliuner David Rockefeller Wafat di Usia 101 Tahun
Tulisan selanjutnya Humas: LUIS Tolong Korban saat Social Kitchen Diserang Orang tak Dikenal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?