Hidayatullah.com–Pakistan mulai membangun tembok pembatas keamanan di perbatasan Afghanistan sepanjang 2.500 kilometer. Pihak militer mengatakan, tembok pembatas dari perbatasan barat laut yang disengketakan dengan Afghanistan sebagai upaya mengekang gerakan Taliban.
Panglima Militer Pakistan, Jenderal Qamar Javed Bajwa dikutip Aljazeera hari Sabtu mengatakan, konstruksi awal tembok akan dimulai di zona ancaman tinggi yang berbatasan dengan Afganistan timur Provinsi Nangarhar dan Kunar, Kabul.
Perbatasan Pakistan dengan Afghanistan sekitar 2.250 kilometer. Di sebelah utara, membentang pegunungan Hindu Kush, Pamir, tempat sempit di wilayah Afghanistan yang disebut Koridor Wakhan, meluas antara Pakistan dan Tajikistan.
Baca: Ribuan Warga Afghanistan Terkatung-katung di Pintu Perbatasan Pakistan
Kedua negara terlibat konflik yang berlangsung lebih dari 62 tahun, dengan masalah utama terkait daerah perbatasan antara kedua Negara.
Sepanjang Minggu 12 Juni hingga Senin 13 Juni 2016 kedua Negara ini sempat terjadi saling baku tembak. Aksi itu menewaskan seorang petugas kepolisian Afghanistan dan melukai 11 lainnya dari Pakistan.
Baku tembak tersebut menyebabkan pos perbatasan Torkham ditutup untuk sementara waktu. Selama ini, pos perbatasan itu sering digunakan hilir mudik bagi warga kedua negara. Akibat kasus ini, perbatasan sempat ditutup selama lima hari.
Ketegangan tersebut diawali oleh keberatan penjaga keamanan perbatasan Afghanistan terhadap pembangunan gerbang di sisi Pakistan pada Mei 2016.
Baca: Jenderal Polisi Afghanistan di Kandahar Melawan Pakistan dengan Mata Uang
Tahun 2017, tepatnya 16 Februari 2017, Pakistan juga menutup gerbang perbatasan Torkham dan Chaman setelah serangkaian serangan bunuh diri yang menewaskan lebih dari 130 orang di seluruh negeri. Pakistan menuding serangan itu dilakukan milisi Tehreek-e-Taliban dan kelompok bersenjata lainnya.
Penutupan perbatasan menyebabkan ratusan ribu orang dan truk yang membawa makanan dan barang-barang lainnya ke Afghanistan terlantar di dua gerbang penyeberangan utama Torkham dan Chaman.
Dalam kekerasan seperti terbaru, pada 17 Maret 2017, sedikitnya delapan orang, termasuk dua tentara, tewas dalam serangan Taliban Pakistan di pos perbatasan Pakistan dari sisi Afghanistan dari perbatasan.
Penutupan perbatasan selama lebih dari sebulan, meninggalkan ribuan pengunjung dan berton-ton barang-barang yang mudah rusak di kedua sisi perbatasan.
Pada tanggal 20 Maret, Perdana Menteri Pakistan memerintahkan pembukaan kembali perbatasan untuk semua lalu lintas “atas dasar kemanusiaan”.
“Pemerintah sedang berusaha memperluas mekanisme keamanan bilateral. Pengawasan teknis tambahan juga akan ditempatkan selain pengawasan udara.
“Pengeloaan yang baik dan perbatasan yang aman dan damai adalah kepentingan bersama,” jelas Nawaz Sharif dalam satu pernyataan.*