Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Serikat Tolak Permohonan Visa Tim Robotik Pelajar Gambia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Juli 2017 08:06 8:06 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Juli 2017 08:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Lima remaja pelajar Gambia yang membuat sebuah robot untuk diikutsertakan dalam kompetisi internasional di Amerika Serikat tidak dapat berangkat menemani hasil karyanya, karena permohonan visa mereka ditolak.

Pelajar-pelajar asal Gambia itu menjadi tim kedua yang tidak dapat menghadiri kompetisi robot FIRST Global pada 16-18 Juli 2017, yang digelar di ibukota Amerika Serikat Washington DC. Hari Sabtu (1/7/2017) dikabarkan bahwa tim Afghanistan, yang semuanya perempuan, juga ditolak permohonan visanya untuk mengikuti acara yang sama, lapor Aljazeera Senin (3/7/2017).

Mokhtar Darboe, direktur riset, sains dan teknologi di Kementerian Pendidikan Tinggi Gambia, mengatakan kepada Aljazeera bahwa tim yang terdiri dari pelajar SMA berusia 17-18 tahun itu “sangat kecewa.”

“Mereka mengerahkan semua daya dan upayanya untuk membuat [robot] ini, dan sekarang, setelah semua pengorbanan dan energi yang mereka keluarkan, mereka dibuat kecewa,” kata Darboe, yang juga bertindak sebagai mentor tim, kemarin.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun demikian, kata Darboe, robot berupa mesin sortir bola hasil karya pelajar SMA Gambia itu akan dikirim dalam satu dua hari. Anggota dari Gambian American Association akan mewakili tim dalam kejuaraan itu, dan para pelajar di ibukota Gambia, Banjul, akan menyaksikannya lewat Skype.

Mesin sortir bola dalam praktek di dunia industri biasa dipergunakan untuk menyeleksi barang sejenis dengan ukuran berbeda.

Darboe mengatakan membuat robot itu sulit. Ketika komponen-komponen yang dibutuhkan datang, petugas pabean memeriksa lama barang-barang tersebut. “Mereka bertanya apa kami akan membuat ‘RoboCop’,” ujar Darboe.

FIRST Global Challenge terbuka untuk pelajar berusia 15 sampai 18 tahun dari seluruh dunia. Menurut FIRST, sekitar 158 negara akan mengikuti kompetisi tahun ini, termasuk di antaranya 40 negara asal Afrika. Sejauh ini, hanya tim dari Gambia dan Afghanistan yang permohonan visanya ke Amerika Serikat untuk menghadiri acara itu ditolak.

Darboe mengatakan permohonan visa dari pihaknya ditolak tidak lama setelah sesi wawancara di Kedutaan AS di Banjul dilakukan pada bulan April 2017. Pihak Kedutaan AS tidak menjelaskan mengapa visa tersebut tidak dikeluarkan.

“Kami hanya diberitahu kalau kami tidak memenuhi syarat, dan kami disuruh mencoba lagi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Darboe mengatakan bahwa masing-masing pelajar membayar $170 untuk mengajukan visa. “Orangtua mereka berkorban banyak untuk membayar biaya visa itu.”

Fatoumata Ceesay, programer tim, kepada Aljazeera mengatakan mereka harus menerima kenyataan bahwa hasil karyanya akan dijalankan oleh pelajar lain yang ada di Amerika. Siswi berusia 17 tahun itu mengaku bekerja siang malam selama bulan Ramadhan, dengan hanya sedikit bimbingan, untuk menyelesaikan proyek mereka.

“Dan kami mulai merangkainya setelah mengetahui bahwa visa kami ditolak. Kami tetap menggarapnya meskipun tahu kami tidak akan bisa berangkat,” imbuhnya.

Khadijatou Gassam, pelajar jurusan sains berusia 17 tahun yang menjadi jubir tim, mengatakan bahwa bulan lalu mereka mendapat dukungan semangat dari Dubes AS Patricia Alsup agar menyelesaikan proyek tersebut.

Ketika Aljazeera mencari komentar dari pihak Kedutaan AS di Banjul perihal penolakan visa itu, jubir Biro Konsuler Kevin Brosnahan mengatakan tidak dapat membicarakan kasus-kasus individual.

Pekan lalu, Mahkamah Agung Amerika Serikat mengizinkan pelaksanaan parsial dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden Trump terkait larangan kunjungan ke wilayah AS orang-orang dari 6 negara mayoritas Muslim. Namun, Gambia dan Afghanistan tidak termasuk dalam daftar itu.

Bulan Maret lalu, sedikitnya 60 orang dari Afrika ditolak visanya untuk menghadiri African Global Economic and Development Summit di California. Kala itu, pihak penyelenggara mengaku tidak tahu pasti apakah penolakan itu berkaitan dengan kebijakan anti imigrasi Trump.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan yang Membekas
Tulisan selanjutnya Sekularisasi Barat dan Islam, Mengapa Berbeda?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Berita
17 Oktober 2026 10:37
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Terbaru

  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?