Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iraq-Peshmerga Sepakati Gencatan Senjata, KRG Usulkan Bekukan Hasil Referendum

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2017 23:52 11:52 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Oktober 2017 23:52
Bagikan
Iraq-Peshmerga
Bagikan

Hidayatullah.com– Pasukan Iraq dan milisi Peshmerga Kurdi akhirnya mencapai kesepakatan pada Jumat untuk menghentikan pertempuran di bagian utara Iraq, demikian kantor media koalisi anti ISIS pimpinan Amerika Serikat melaporkan.

Seorang juru bicara koalisi itu di Baghdad mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa perjanjian gencatan senjata tersebut mencakup semua front.

Pasukan pemerintah pro Hashd al-Shaabi atau juga dikenal Popular Mobilization Forces (PMF) yang didukung Iran melancarkan serangan mengejutkan pada 16 Oktober sebagai balasan atas referendum 25 September mengenai kemerdekaan yang diselenggarakan Pemerintah Daedah Kurdi (KRG) di bagian utara Iraq.

Serangan tersebut bertujuan untuk merebut wilayah-wilayah yang dipersengeketakan, yang diklaim oleh KRG dan pemerintah pusat Iraq, dan juga perlintasan perbatasan dan fasilitas-fasilitas minyak.

Baca: Tentara Iraq Ambil Alih Ladang Minyak dari Kurdi, Turki Tutup Gerbang Perbatasan  

Kota Kirkuk yang kaya minyak jatuh ke tangan passukan Iraq tanpa banyak perlawanan pada 16 Oktober tetapi Peshmerga mulai menyerang balik dengan kekuatan penuh sementara mereka mundur ke wilayah yang lebih dekat ke kawasan inti KRG.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bentrokan-bentrokan paling sengit terjadi di sudut bagian baratlaut tempat Peshmerga mempertahankan perlintasan-perlintasan darat ke Turki dan Suriah dan sebuah pusat minyak yang mengendalikan ekspor-ekspor minyak mentah KRG.

Hampir 30.000 orang Kurdi telah mengungsi dari Kirkuk, kota multi etnis di bagian selatan Iraq, tempat ketegangan yang berlatar etnis merebak setelah pasukan Iraq menguasainya, kata organisasi-organisasi kemanusiaan pada Rabu (25/10/2017).

Orang-orang Kurdi menyelamatkan diri setelah milisi Peshmerga Kurdi mundur dari kota itu pada 16 Oktober, sementara pasukan pemerintah dan Popular Mobilization Forces (PMF) yang menganut faham Syiah dukungan Iran bergerak masuk sebagai balasan atas penyelenggaraan referendum yang diadakan otoritas kawasan Kurdistan bulan lalu.

Tanda-tanda Kurdistan mulai melunak tekanan Pemerintah Iraq sudah terasa.  Hari Rabu, Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) sempat mengusulkan untuk membekukan referendum ilegal dan menghentikan operasi militer.

“Karena Iraq dan Kurdistan menghadapi situasi yang sangat serius dan berbahaya, kita semua diwajibkan untuk bertindak secara bertanggung jawab untuk mencegah kekerasan dan bentrokan lebih lanjut antara pasukan Iraq dan Peshmerga,” kata KRG dalam sebuah pernyataan.

Baca: Iraq Berencana Rebut Perbatasan Kurdistan, Embargo Udara Dimulai

Untuk “memenuhi tanggung jawab dan kewajiban kita terhadap rakyat Kurdistan dan Iraq,” KRG mengusulkan sebuah gencatan senjata segera dan menghentikan semua operasi militer, yang membekukan hasil referendum yang dilakukan di utara Iraq dan memulai dialog terbuka dengan pemerintah Iraq.

Sebagaimana diketahui, tanggal 25 September, atas dukungan Israel, rakyat Iraq utara  yang dikuasai KRG – dan di beberapa daerah diperdebatkan antara Baghdad dan Erbil – mengadakan referendum dan menyatakan keinginan merdeka dari Iraq.

Sejak itu, tekanan datang dari Pemerintahan Pusat di Iraq, Turki, Iran dan juga kecaman dari berbagai negara karena dianggal sebagai tindakan ilegal.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:30.000 orang Kurdi telah mengungsi dari Kirkukkota multi etnis di bagian selatan Iraqtempat ketegangan yang berlatar etnis merebak setelah pasukan Iraq
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBB: Pasukan Bashar al Assad Dalang Serangan Gas Sarin
Tulisan selanjutnya Saudi Keluarkan Penambahan Daftar ‘Teroris’ 5 Hari setelah Kunjungan Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?