Hidayatullah.com—Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun di China ditangkap aparat keamanan setelah diduga membunuh ibunya dan memenggal kepalanya.
Bocah itu dikabarkan merekam aksi pembunuhan tersebut dan mengirimkan cuplikannya ke teman-temannya lewat aplikasi obrolan populer WeChat. Dia ditangkap beberapa hari setelah seorang teman menunjukkan rekaman tersebut kepada ibunya.
Peristiwa itu terjadi di kota Wenxhing di Provinsi Sichuan, lapor BBC (8/12/2017).
Polisi setempat mengkonfirmasi kejadian itu kepada BBC, tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dengan alasan kasusnya masih dalam proses investigasi.
Bocah itu membunuh ibunya setelah pertengkaran besar pada Ahad malam, lapor Radio Free Asia.
Anak lelaki itu kemudian memenggal kepala ibunya dan menyimpannya dalam sebuah ember, sebelum membuangnya di selokan di luar rumah, menurut media tersebut.
Dikatakan pula bahwa pembunuhan itu belum diketahui sampai hari Rabu (6/12/2017), ketika salah satu teman sekolahnya menunjukkan rekaman video kepada orangtuanya, yang lantas melaporkannya ke polisi.
Bocah tersebut dikabarkan ditangkap di sekolah.
Terjadi juga di North Carolina
Pada awal Maret lalu, peristiwa serupa dilaporkan terjadi di North Carolina, Amerika Serikat.
Seorang remaja laki-laki berusia 18 tahun memenggal kepala ibunya, lalu keluar rumah sambil menenteng kepala itu di satu tangan dan memegang sebilah pisau di tangan lainnya, lapor The Independent (8/3/2017).
Pihak berwenang mengatakan tersangka ditangkap setelah menghubungi 911 dan mengaku telah membunuh ibunya, yang berusia 35 tahun.
Menyusul penangkapan, petugas memeriksa kondisi kejiwaannya, setelah aparat melihat ada sesuatu yang kurang beres dengan kondisi mentalnya.
Menurut US Immigration and Customs Enforcement remaja itu bernama Oliver Funes Machada (Machado), seorang migran ilegal asal Honduras.*