Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Charlie Hebdo 2 Tahun Terakhir: Omzet Menurun, Tagihan Keamanan Membengkak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Januari 2018 23:09 11:09 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Januari 2018 10:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tiga tahun lalu, sejumlah pria bersenjata menyerang kantor tabloid Charlie Hebdo di Paris. Majalah mingguan satir itu mengaku kesulitan memenuhi tagihan keamanan yang mencapai jutaan euro pertahun.

Hari Ahad (7/1/2018), para menteri Prancis dijadwalkan menghadiri peringatan kematian para jurnalis Charlie Hebdo yang tewas dalam serangan tiga tahun silam, yang dipicu oleh penerbitan karikatur pelecehan terhadap Islam dan Nabi Muhammad.

7 Januari 2015 Said dan Cherif Kouachi bersaudari menyerbu ruang rapat redaksi Charlie Hebdo di kantor pusatnya di Paris. Dua belas orang tewas akibat tembakan, termasuk 5 jurnalis dan kartunis senior.

Dua hari kemudian, kota Paris dibanjiri manusia yang memprotes serangan berdarah itu sekaligus menunjukkan simpati kepada korban dengan motto “Je suis Charlie” (saya Charlie). Unjuk rasa serupa terjadi di banyak kota di berbagai negara.

Edisi pertama Charlie Hebdo usai serangan itu terjual lebih dari 7 juta eksemplar.Omzet Charlie meroket sampai 60 juta euro (lebih dari 968 miliar rupiah) di tahun 2015.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, banjir uang itu rupanya tidak berlangsung lama. Di tahun 2016, penjualan tabloid mereka menunjukkan penurunan drastis, dengan omzet hanya 19 juta euro.

Tidak hanya itu, Charlie mengatakan ancaman mati terus berdatangan di media sosial. Akibatnya, mereka terpaksa mencari perlindungan. Biaya keselamatan jiwa mereka pun tidak gratis, Charlie mengaku kewalahan untuk memenuhi tagihan keamanan yang mencapai 1,5 juta euro pertahun.

“Apa ini normal bagi media cetak di negara demokrasi yang mana satu dari setiap dua koran yang terjual di lapak harus dipakai untuk membayar biaya keamanan kantornya?” kata Laurent Sourisseau, redaktur Charlie Hebdo.

Wartawan Charlie Fabrice Nicolino mengatakan bahwa para staf mereka dalam kondisi “berduka tiada akhir”, hidup dan bekerja dalam kondisi “yang tidak memberikan kehormatan kepada Prancis.”

Jurnalis Charlie Guillaume Emer mengatakan bahwa Prancis sekarang berpaling dari Charlie Hebdo setelah sebelumnya menjadikan koran itu sebagai simbol.

“Sungguh luar biasa, kami tidak banyak mendapat dukungan dari negara. Negara ini mengingnkan kami menjadi malaikat. Padahal kami sama sekali bukan malaikat,” ujarnya seperti dilansir Euronews (5/1/2018).

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Protes Anti-Rezim di Iran Terus Berlanjut sampai Eropa
Tulisan selanjutnya IMS Gelar Pengobatan Gratis, Warga Pedalaman Mentawai: Terimakasih!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?