Hidayatullah.com–Pengadilan Tinggi Prancis, bakal mengeluarkan peraturan baru mengenai larangan penggunaan telepon genggam (ponsel) di jalanan umum.
Peraturan ini dinilai tegas dan tak ada toleransi lagi. Jangankan berponselria saat sedang mengemudi, bahkan ketika sedang berhenti di tepi jalan, juga dilarang.
Prancis menyatakan ilegal bagi pengemudi menggunakan ponsel mereka saat berada di dalam mobil, tidak peduli apakah mesinnya hidup atau tidak, tulis media tersebut.
Diwartakan Le Figaro, peratuan merupakan upaya pencegahan atas meningkatnya angka kematian di jalan raya negara tersebut.
Baca: Honolulu Terapkan Larangan Gunakan Ponsel saat Menyebrang Jalan
Tidak hanya itu, peraturan ini juga bertujuan memperlancar arus lalu lintas, karena banyak juga pengemudi menepi untuk melakukan komunikasi via ponsel. Sangsi berat menanti, bila pengemudi kedapatan menelepon atau chating sambil mengemudi. Dan jika ketahuan memegang ponsel ketika mobil parkir, juga terkena denda atau teguran.
Konsekuensi yang teramat berat bagi masyarakat yang sangat ketergantungan dengan ponsel dan smartphone. Sekarang sudah tidak bisa lagi menepi untuk sekadar mengecek notifikasi di ponsel. Ada tempat yang khusus diperbolehkan, tapi bukan tempat parkir walau di area peristirahatan. Pengecualian dari peraturan hanya jika terjadi kecelakaan atau kerusakaan kendaraan sehingga butuh melakukan panggilan dan mengirim pesan.
Jika tidak dalam kondisi demikian, siap-siap diberi denda sebesar 135 Euro atau setara Rp 2,2 juta. Tidak cuma itu, surat ijin mengemudinya akan dikurangi selama tiga tahun.
Meski demikian, pengadilan memberi beberapa pengecualian. Dengan Bluetooth (atau handsfree lainnya) dibolehkan untuk menerima atau melakukan panggilan. Pengemudi yang masuk ke tempat parkir dan menggunakan ponsel tidak akan dihukum. Demikian juga bila ada gangguan darurat, pengemudi diizinkan menggunakan telepon mereka untuk meminta bantuan.
Pengemudi hanya boleh melakukannya di tempat-tempat yang ditentukan. Intinya, tangan pengemudi tidak boleh sama sekali memegang ponsel. Pihak otoritas ingin menghentikan kebiasaan pengguna jalan dengan ponsel mereka. Para hakim memberi kelonggaran jika terjadi keadaan darurat saja.
Sebagaimana diketahui, menelepon atau chating saat mengemudi, adalah kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan. Ketergantungan terhadap alat komunikasi ini, menjadi penyebab utamanya kecelakaan.
Sudah banyak terjadi insiden yang diakibatkan. Dampaknya sangat fatal sampai jatuh korban jiwa, Di negara yang menerapkan larangan saja masih banyak yang membandel, apalagi di negara yang hukumnya masih lemah, seperti Indonesia. Prancis baru-baru ini juga mengurangi batas kecepatan di jalan bebas hambatan dua lajur, dari 90 km/jam jadi 80 km/jam. Tujuannya sama, mengurangi angka kecelakaan.*