Hidayatullah.com–Penduduk Gaza sempat terkejut oleh kedatangan empat orang Yahudi totok: berpakaian khas Yahudi, memakai topi, jas, celana, dan sepatu hitam, berkumis dan berjenggot tebal dan panjang, serta bercambang panjang dan berkelabang.
Keterkejutan penduduk Gaza yang masih trauma oleh kelakuan biadab Israel yang memboikot dan membombardir mereka itu pun kian bertambah ketika yang menyambut keempat orang Yahudi itu adalah para petinggi Hamas, di antaranya adalah Yunus al-Ashthul dan Ismail Haniyah.
Keempat Rabi itu juga mengenakan pakaian tambahan yang mencolok, yaitu bros bergambar bendera Palestina, lencana bertuliskan “Saya Yahudi Tapi Anti Zionisme”, juga mengenakan serban khas Palestina.
Ya, keempat Yahudi itu adalah para rabi Yahudi Ortodoks dari organisasi Nathori Karta (bahasa Ibrani yang berarti: penjaga kota), sebuah perkumpulan Yahudi yang justru anti dan menentang keras terhadap gerakan Zionisme dan Israel, juga vokal mengecam tindak kesewenang-wenangan Yahudi-Israel terhadap Muslim-Palestina.
Keempat Yahudi itu datang ke Gaza dalam rangka sebuah misi kemanusiaan bersama beberapa rombongan misi kemanusiaan lainnya dari berbagai penjuru dunia yang disambut hangat oleh rakyat Gaza dan pemerintahan Hamas.
Dalam sambutannya, Ismail Haniyah mengatakan jika bangsa Palestina tidak pernah memusuhi Yahudi. Yang mereka musuhi adalah penjajahan yang dilakukan oleh kaum Yahudi-Zionisme-Israel.
Hal serupa juga ditegaskan oleh keempat rabi itu. Mereka mengatakan jika pendirian negara Israel adalah kedurhakaan terhadap syariat Yahudi.
“Negara Israel sekarang ini adalah penjelmaan heretisme dan pendurhakaan dalam ajaran Yahudi,” terang Yisroil Weiss, pucuk pimpinan jemaat Yahudi Ortodoks itu.
Ditambahkan oleh Rabi Weiss, bahwa dirinya dan jemaatnya turut merasakan derita dan keprihatinan yang dirasakan dan dialami oleh rakyat Gaza dan Palestina.
Demikian pula tentang kemerdekaan Palestina, Rabi Weiss mendukung hal itu sepenuhnya. “Ini adalah tanah air kalian yang dijajah oleh orang-orang secara tak adil, orang-orang yang juga menjajah keyakinan dan akidah Yahudi, yaitu orang-orang Zionisme,” katanya. [atj/iol/hidayatullah.com]