Hidayatullah.com—Sejumput kehangatan dalam hubungan Korea Utara dan Selatan selama penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin tidak cukup untuk mewujudkan perdamaian di semenanjung itu, kata Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis hari Ahad (11/2/2018).
“Terlalu dini untuk mengatakan jika … menggunakan Olimpiade sebagai cara untuk mengurangi ketegangan, apakah hal itu akan memberikan pengaruh begitu Olimpiade selesai, kita tidak dapat mengatakannya sekarang,” kata Mattis kepada para reporter seperti dilansir Deutsche Welle.
Mattis mempertanyakan maksud pemimpin Korut Kim Jong Un, terutama perihal keputusannya menggelar parade militer sebelum Olimpiade.
“Di tengah-tengah semua ini, dia menggelar parade militer yang memamerkan rudal-rudal balistiknya. Pemilihan waktunya aneh, faktanya dia justru menunjukkan peringatan,” kata bos Pentagon itu.
Sebagian pihak lain menuding Korut berusaha mengakali sanksi internasional, termasuk dengan mengangkut rombongan penari sebanyak 100 orang lewat laut, sehingga Korsel memberikan pengecualian sanksi laut atas kapal feri Korut.
Meskipun demikian, kata Mattis, langkah-langkah yang ditunjukkan kedua Korea dalam rangka Olimpiade kali ini tidak sampai menimbulkan ketegangan diplomatik antara Washington dan Seoul.*