Hidayatullah.com—Parlemen China mendukung penuh Xi Jinping menduduki kursi presiden untuk periode kedua dan menunjuk sekutu politiknya Wang Qishan sebagai wakil presiden.
Pemungutan suara di Kongres Rakyat Nasional secara bulat menyetujui Xi Jinping sebagai presiden China, sementara Wang menerima dukungan 2.969 suara dan hanya satu yang menolak, lapor BBC Sabtu (17/3/2018).
Wang Qishan sebelum ini memimpin badan penyelidikan kasus-kasus korupsi di China.
Dia merupakan sekutu lawas dari Presiden Xi, dan pengangkatannya dipandang sebagai konsolidasi kekuatan pemimpin China itu, yang belum lama ini diizinkan konstitusi untuk menjabat presiden berkali-kali seumur hidupnya.
Konstitusi China membolehkan wakil presiden “membantu” tugas-tugas super penting presiden dan melaksanakan tugas-tugasnya atas nama presiden. Itu berarti Wang Qishan bisa berperan lebih jauh di puncak kepemimpinan China dibanding para pendahulunya.
Wang, 69, memegang sejumlah jabatan penting sejak mulai bekerja untuk Partai Komunis China di tahun 1980-an sebagai seorang peneliti kebijakan.
Dia menjabat wali kota Beijing ketika wabah Sars merebak tahun 2003, dan menjabat kepala eksekutif Komite Olimpiade China menjelang Olimpiade Beijing 2008.
Pada tahun 2007, dia bergabung dengan Politbiro China dan tahun 2009 menjadi kepala negosiator pemerintahan presiden Hu Jintao dalam perundingan dagang dengan Amerika Serikat.
Namun, Wang paling dikenal sebagai kepala badan antikorupsi China.
Selama lima tahun pertama kepemimpinan Presiden Xi, lembaga yang dipimpinnya menciduk 1,34 juta pejabat tinggi dan rendah untuk dihadapkan ke meja hijau dengan tuduhan korupsi atau pelanggaran kedisiplinan. Wang, yang konon berkawan dengan Xi sejak muda, menjadi penegak hukum yang ditakuti banyak orang.
Pengalaman Wang dalam negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat juga dinilai signifikan, sebab Presiden AS Donald Trump belum lama ini mengeluarkan jurus tarif impor sebagai upaya untuk memperbaiki perekonomian negaranya.
Berbicara kepada New York Times, peneliti Wu Qiang yang pernah bekerja untuk Universitas Tsinghua di Beijing mengatakan bahwa Wang merupakan “salah satu figur paling penting” dalam pemerintahan Xi Jinping.
“Amandemen konstitusi telah menaikkan status kepresidenan, dan wakil presiden juga akan mengambil manfaat dari sana,” kata Wu.*