Hidayatullah.com– Badan intelijen ‘Israel’, Mossad, dituduh sebagai dalang pembunuhan ilmuwan ternama Suriah untuk pengembangan Rudal Scud rezim pemerintah Presiden Bashar al-Assad, Aziz Azbar, tewas oleh bom mobil pada Sabtu malam.
Koran Suriah pro-pemerintah Bashar al Assad, al-Watan, dalam laporannya menuduh Mossad ‘Israel’ berada di balik pembunuhan Aziz Azbar. Korban merupakan direktur riset di Pusat Studi dan Penelitian Imiah milik lembaga militer. Lembaga itu terkait dengan program senjata kimia Suriah.
Ilmuwan itu tewas oleh bom mobil di wilayah Provinsi Hama. Para pejabat ‘Israel’ awalnya menolak mengomentari tuduhan itu. Pemerintah Suriah juga tidak memberikan komentar resmi.
Namun, Menteri Pertahanan ‘Israel’ Avigdor Lieberman berusaha mengecilkan kemungkinan keterlibatan ‘Israel’ dalam pembunuhan Aziz Azbar.
“Setiap hari di Timur Tengah ada ratusan ledakan dan penyelesaian skor. Setiap kali mereka mencoba menyalahkan kami. Jadi kami tidak akan menganggap ini terlalu serius,” katanya kepada Hadashot News, Senin (06/08/2018).
Sementara itu, sebuah kelompok gerilyawan yang menamakan diri Brigade Abu Amara mengaku bertanggung jawab atas operasi bom mobil tersebut. Kelompok itu sebelumnya mengklaim serangan yang menargetkan para pejabat dan komandan milisi di dalam wilayah pemerintah Suriah.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris dengan mengandalkan jaringan aktivis lokal juga melaporkan kematian Aziz Azbar. Korban selama ini mengkhususkan diri dalam pengembangan sistem roket di fasilitas Masyaf di Hama.
Baca: Mossad Dicurigai Berada Di Balik Pembunuhan Imam Palestina di Malaysia
Hadashot dalam laporannya mengatakan, Aziz Azbar bertanggung jawab atas proyek yang meningkatkan jangkauan dan akurasi Rudal-rudal Scud milik rezim Assad. Dia juga dianggap terlibat operasi rudal Iran di Suriah.
Pada awal perang, Suriah diyakini memiliki sekitar 200 Scud buatan Rusia dan Korea Utara, dan beberapa ratus lagi versi yang diproduksi secara lokal. Tidak jelas berapa banyak yang mereka miliki sekarang.
Selain Aziz Azbar, sopirnya juga ikut tewas dalam ledakan bom. Bom, menurut laporan media ‘Israel’, ditempatkan di sandaran kursi mobilnya. Metode yang sama digunakan untuk membunuh kepala operasi global Hizbullah, Imad Mughniyeh tahun 2008. Mughniyeh tewas oleh operasi rahasia Amerika Serikat dan ‘Israel’.*