Hidayatullah.com—Seorang pria yang divonis bersalah terlibat dalam serangan bom paling buruk dalam sejarah Somalia, telah dieksekusi bertepatan dengan setahun terjadinya ledakan.
Hampir 600 orang tewas ketika sebuah trusk yang dipenuhi bahan eksplosif diledakkan di sebuah perempatan jalan paling sibuk di kota itu. Hassan Adan Isak mengendarai salah satu kendaraan yang terlibat dalam serangan di ibukota Mogadishu, demikian pernyataan dari pengadilan.
“Hari ini, 14 Oktober 2018, hukuman mati dilaksanakan terhadap dirinya,” bunyi pernyataan itu seperti dikutip situs Radio Shabelle. Sumber-sumber kepolisian mengatakan dia dieksekusi oleh regu penembak.
Hari Ahad (14/10/2018), acara peringatan digelar di perempatan tersebut. Tempat itu sekarang dinamai perempatan 14 Oktober, guna mengenang orang-orang yang terbunuh di sana.
Tak satu kelompok bersenjata pun yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Namun, para koresponden mengatakan bahwa semua indikasi mengarah pada kelompok Al-Shabab, lapor BBC.
Sebelum peringatan di Mogadishu, Sabtu malam (13/10/2018), dua pelaku bom bunuh diri membunuh 20 orang di Baidoa. Puluhan orang dikabarkan terwas akibat serangan tersebut.
Al-Shabab mengatakan pihaknya adalah pelaku serangan bom bunuh diri di kota yang terletak di bagian barat daya Somalia itu.*