Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Pakistan: Kebijakan AS di Afghanistan Kacau

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 25 September 2011 20:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Pakistan Yusuf Raza Gilani menjawab tuduhan Amerika Serikat yang mengatakan bahwa pemerintahnya terlibat dalam serangan atas kawasan diplomatik di Kabul oleh jaringan Haqqani. Gilani mengatakan bahwa kebijakan AS di Afghanistan “kacau.”

Gilani menyatakan bahwa tuduhan AS hanya akan menguntungkan kelompok pejuang Afghanistan. Mereka dapat menggunakan kekacauan dan kebingungan kebijakan AS di Afghanistan.

“Kami sangat menolak pernyataan tentang keterlibatan dengan Haqqani atau perang proksi,” kata Gilani dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya untuk menjawab tuduhan AS.

“Menyalahkan orang lain sama saja melumpuhkan diri sendiri …  hal itu hanya menguntungkan musuh perdamaian. Hanya teroris dan militan yang diuntungkan dari adanya celah dan perpecahan,” kata Gilani (25/9).

Hari Jum’at (23/9) Gedung putih meminta agar Pakistan “memutuskan hubungannya” dengan kelompok Haqqani, sebuah faksi Taliban yang didirikan oleh CIA tapi kemudian menjadi sekutu Al Qaidah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sehari sebelumnya Admiral Mike Mullen, komandan tertinggi pasukan asing di Afghanistan, secara langsung menuding intelijen Pakistan mendukung serangan yang dilakukan kelompok Haqqani ke Kabul.

Jaringan Haqqani diperkirakan memiliki sedikitnya 2.000 personil, yang operasinya terpisah secara mandiri dari Taliban. Kelompok itu dipimpin oleh Jalaluddin Haqqani dan mendapat sokongan dari Amerika Serikat dalam perang melawan Uni Soviet di Afghanistan pada tahun 1980-an.

Gilani juga mengatakan bahwa negaranya tidak bertanggungjawab atas keamanan pasukan asing di Afghanistan. Pakistan sendiri, tegas Gilani, adalah korban dari serangan teroris yang dilancarkan dari Afghanistan.

“Sementara terjadi serangan teroris di Kabul dan Wardak, ada juga sejumlah serangan yang ditujukan ke Pakistan dari tempat-tempat persembunyian di Nuristan dan Kunar di Afghanistan,” katanya.

“Adalah tangungjawab Angkatan Bersenjata Afghanistan, NATO dan ISAF untuk mencegah militansi lintas batas semacam itu,” imbuhnya.

Tuduhan yang dilayangkan AS ke negaranya, kata Gilani, sama saja menjelek-jelekkan dan tidak menguntungkan Pakistan, negara yang telah berkorban banyak selama bertahun-tahun.

Lebih dari 35.000 rakyat Pakistan meninggalkan dalam pertempuran melawan terorisme dan korban luka jumlahnya lebih banyak lagi, kata Gilani. Amerika juga tahu bahwa Pakistan telah banyak menangkap anggota Al Qaidah, imbuhnya.

Sementara itu menurut sejumlah pejabat, Kepala Centcom AS Jenderal James Mattis hari Sabtu (24/9) melakukan pembicaraan dengan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Ashfaq Kayani.

“Yang dibahas masalah seputar keamanan,” kata seorang pejabat senior kepada AFP, tanpa mau diungkap identitasnya. Tidak ada penjelasan lebih lanjut yang diberikan, tapi para pejabat Pakistan berkata bahwa pertemuan itu diharapkan bisa meredakan ketegangan antara Pakistan dan AS.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Makan Ikan Biar Tidak Stroke
Tulisan selanjutnya NU dan Muhammadiyah Kecam Aksi Bom Bunuh Diri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Berita
17 Oktober 2026 09:35
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?