Hidayatullah.com–Dinas intelijen Prancis menangkap seorang pejabat publik senior yang dituduh mengirimkan informasi rahasia kepada rezim Kim Jong-un.
Benoît Quennedey dijebloskan ke dalam tahanan hari Ahad malam (25/11/2018), menurut sumber-sumber yang terlibat dalam investigasi seperti dilansir RFI Selasa (27/11/2018).
Penyidik mencurigainya “mengumpulkan dan mengirimkan informasi ke negara asing yang dapat merongrong kepentingan bangsa.”
Quennedey, yang pernah menulis buku tentang Korea Utara dan saat ini menjabat presiden Franco-Korean Friendship Association, ditahan di markas dinas intelijen domestik Prancis DGSI.
Media Prancis melaporkan Quennedey ditangkap dirumahnya dan kantornya di gedung senat digeledah petugas.
Menurut Senat Prancis, Quennedey memiliki jabatan senior di bagian administrasi dan keuangan di majelis tinggi parlemen Prancis departemen arsitektur, warisan budaya dan pertamanan.
Penerbit bukunya mengatakan dia kerap berkunjung ke Semenanjung Korea sejak tahun 2005.
Quennedey merupakan lulusan sekolab elit Paris Institute of Political Studies (Science Po) dan National School of Administration, yang melahirkan banyak pejabat publik dan tokoh politik terkemuka Prancis.
Dia rutin tampil di layar televisi RT France, jaringan penyiaran Russia Today yang berbasis di Moskow, di mana dia dianggap sebagai pakar hubungan internasional yang biasa dimintai komentar seputar Korea dan isu lainnya.
Dia juga sering muncul di layar France 24 Television, saudara dari Radio France Internationale (RFI).
Franco-Korean Friendship Association dibentuk pada tahun 1960-an oleh sejumlah jurnalis yang simpatik dengan kepentingan kelompok Komunis dan Sosialis, mendorong hubungan yang lebih erat dengan Pyongyang, serta mendukung reunifikasi kedua Korea.*