Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jadi Mata-Mata Korea Utara, Anggota Senat Prancis Ditangkap

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 November 2018 16:33 4:33 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 November 2018 16:33
Bagikan
Benoît Quennedey dijebloskan ke dalam tahanan hari Ahad malam
Bagikan

Hidayatullah.com–Dinas intelijen Prancis menangkap seorang pejabat publik senior yang dituduh mengirimkan informasi rahasia kepada rezim Kim Jong-un.

Benoît Quennedey dijebloskan ke dalam tahanan hari Ahad malam (25/11/2018), menurut sumber-sumber yang terlibat dalam investigasi seperti dilansir RFI Selasa (27/11/2018).

Penyidik mencurigainya “mengumpulkan dan mengirimkan informasi ke negara asing yang dapat merongrong kepentingan bangsa.”

Quennedey, yang pernah menulis buku tentang Korea Utara dan saat ini menjabat presiden Franco-Korean Friendship Association, ditahan di markas dinas intelijen domestik Prancis DGSI.

Baca:   PBB: Larangan Cadar Prancis Melanggar HAM 

Media Prancis melaporkan Quennedey ditangkap dirumahnya dan kantornya di gedung senat digeledah petugas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Senat Prancis, Quennedey memiliki jabatan senior di bagian administrasi dan keuangan di majelis tinggi parlemen Prancis departemen arsitektur, warisan budaya dan pertamanan.

Penerbit bukunya mengatakan dia kerap berkunjung ke Semenanjung Korea sejak tahun 2005.

Baca:  Tangkal Spionase, Prancis Upgrade Satelit Militernya 

Quennedey merupakan lulusan sekolab elit Paris Institute of Political Studies (Science Po) dan National School of Administration, yang melahirkan banyak pejabat publik dan tokoh politik terkemuka Prancis.

Dia rutin tampil di layar televisi RT France, jaringan penyiaran Russia Today yang berbasis di Moskow, di mana dia dianggap sebagai pakar hubungan internasional yang biasa dimintai komentar seputar Korea dan isu lainnya.

Dia juga sering muncul di layar France 24 Television, saudara dari Radio France Internationale (RFI).

Franco-Korean Friendship Association dibentuk pada tahun 1960-an oleh sejumlah jurnalis yang simpatik dengan kepentingan kelompok Komunis dan Sosialis, mendorong hubungan yang lebih erat dengan Pyongyang, serta mendukung reunifikasi kedua Korea.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benoît QuennedeyKim Jong-unkomunisKorea Utaramata-mataPrancissenatsosialis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya muslim rusia “Masjid Rusia” di Terengganu jadi Perhatian Publik
Tulisan selanjutnya Menteri Penjajah ‘Israel’ Diundang Hadiri Konferensi ke Bahrain Tahun 2019

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?