Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

China Ingin Perangi Tren Pesta Pernikahan Mewah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Desember 2018 08:24 8:24 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Desember 2018 08:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—China berusaha meredam tren pernikahan mewah dan lelucon pranikah yang kerap kali melibatkan kekerasan dan bernuansa seksual.

Pihak berwenang mengatakan pernikahan-pernikahan yang digelar di masa kini terlalu bermewah-mewahan dan bertentangan dengan nilai-nilai budaya China dan sosialis.

Pemerintah pusat di Beijing mengusulkan agar dibuat standar penyelenggaraan pernikahan yang lebih tradisional dan sederhana, lansir BBC Senin (3/12/2018).

Orang-orang di China, seperti halnya di negara-negara lain, kerap bersaing dengan teman dan tetangga mereka dalam penyelenggaraan pesta pernikahan. Mereka tidak terlalu peduli dengan mahalnya biaya resepsi, pakaian yang dikenakan, ongkos membuat foto pranikah di tempat-tempat eksotik bahkan di luar negeri. Para tamu juga diberi buah tangan dengan harga yang tidak murah.

Sementara itu, pesta di malam menjelang pernikahan yang banyak diisi dengan lelucon tidak jarang justru melibatkan aksi kekerasan dan seksual.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di media China, kerap muncul berita tentang pesta di malam menjelang pernikahan yang digelar sangat keterlaluan.

Pekan lalu, seorang calon pengantin pria tertabrak kendaraan ketika berusaha menyelamatkan diri dari ritual pranikah di mana dia diikat dan dipukuli.

Satu pekan sebelumnya, beberapa pengiring pengantin terluka akibat pecahan kaca, ketika para peserta pesta bujangan calon pengantian pria berusaha memasuki rumah calon pengantin wanita dengan cara mendobrak pintu dengan kapak.

Ada pula laporan yang menyebutkan pasangan-pasangan calon pengantin dipaksa menirukan cara orang berhubungan badan, atau pengiring pengantin wanita dikejar-kejar sampai pada tahap pelecehan seksual.

Kementerian Urusan Sipil mengecam semua tindakan keterlauan semacam itu, sebagai tindakan “bermewah-mewahan dan mubazir” dan mengusulkan “pedoman” penyelenggaraan pernikahan yang lebih ringkas dan sederhana, lapor kantor berita Xinhua.

Pesta pernikahan harus menonjolkan nilai-nilai sosialis dan budaya tradisional China. Pihak berwenang akan menetapkan pedoman penyelenggaraan pernikahan dan jumlah uang hadiah yang bisa diberikan,” kata pejabat kementerian Yang Zongtao dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah yang disiarkan hari Ahad (2/12/2018).

Ini bukan pertama kali pemerintah Komunis China berusaha mengatur seperti apa rakyatnya harus menggelar pernikahan. Tahun 2016, Partai Komunis merilis sebuah pedoman bagaimana menggelar pernikahan sesuai dengan kebijakan penghematan yang digariskan partai.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Effendi Gazali: Siapa Sebetulnya yang Membayar Lembaga-lembaga Survei?
Tulisan selanjutnya Effendi: Peserta Reuni 212 Ungkapkan Ketidakadilan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?