Hidayatullah.com—Tanzania menututp sebagian besar pusat-pusat perawatan yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19.
Pemerintah mengatakan penurunan signifikan jumlah infeksi coronavirus menyebabkan penutupan sejumlah tempat perawatan pasien Covid-19 di berbagai daerah di Tanzania.
Dilansir BBC Senin (6/7/2020), hari Jumat Menteri Kesehatan Ummy Mwalimu mengatakan sekarang terdapat 11 pusat perawatan Covid-19, termasuk milik swasta, yang buka.
Jumlah itu menyusut dari 85 yang awalnya dibuka pemerintah di seluruh Tanzania untuk mengisolasi pasien-pasien Covid-19.
“Kita bersyukur kepada Tuhan karena coronavirus akan berakhir di Tanzania,” kata Mwalimu.
Meskipun demikian Menkes meminta warga tidak lantas bersikap santai tidak waspada, sebab ada kemungkinan kemunculan gelombang kedua wabah coronavirus.
Dia juga mengatakan sekarang masyarakat dapat mengunjungi klinik-klinik kesehatan umum, yang tidak lagi dipakai untuk merawat pasien Covid-19.
Berapa banyak kasus infeksi coronavirus, berapa jumlah pasien dan berapa orang yang meninggal di Tanzania tidak diketahui, sebab pemerintah tidak secara rutin memberikan informasi terbaru.
Terakhir data yang diberikan pemerintah pada bulan Juni, yang disampaikan oleh PM Kassim Majaliwa kepada parlemen, menyebutkan bahwa di Tanzania hanya ada 66 kasus aktif coronavirus.*