Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penulis Ternama Uighur Meninggal di Tahanan ‘Kamp Cuci Otak’ China

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Juni 2019 10:42 10:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Juni 2019 10:42
Bagikan
Penulis terkemuka Uighur Nurmuhammad Tohti (tengah)/VoA
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang penulis terkemuka Uighur Nurmuhammad Tohti, dilaporkan telah meninggal hari Rabu, setelah ditahan di kamp “pendidikan ulang” China yang sangat kontroversial yang dikecam oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia, tulis media.

Tohti (berusia 70 tahun), telah ditahan di sebuah ‘kamp cuci otak’ sejak bulan November 2018 hingga Maret 2019, lapor The Guardian., cucu Tohti mengatakan ia tidak diberi perawatan meski memiliki penyakit diabetes dan jantung.

Dia dibebaskan dari penjara yang diklaim China sebagai ‘Kamp Pendidikan Ulang’ yang terkenal setelah dia “lumpuh” karena kondisi medisnya, tulis putrinya di Facebook, dan keluarga Tohti takut untuk membuat informasi publik karena takut ikut ditahan.

Cucu Toti lainnya,  Berna Ilchi, bersuara kepada Voice of America bahwa mereka tidak yakin apakah Tohti meninggal di dalam kamp atau di rumah, karena kekhawatiran keluarganya di China untuk berbicara di telepon karena disadap pejabat China.

“Yang benar adalah bahwa mereka menempatkan seorang pria berusia 70 tahun dengan diabetes dan penyakit jantung di dalam kamp konsentrasi dan mereka tidak dapat menyangkal hal ini,” kata Berna Ilchi kepada penyiar Amerika itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca:  1 Juta Umat Islam Ditahan di Kamp Isolasi China 

Uighurtimes menulis, 70 hari sebelum meninggal, Tohti dibawa ke ‘Kamp Konsentrasi’ oleh polisi China dan mendapat serangan jantung tepat setelah penahanan. Namun, dokter di kamp itu mengabaikan kondisi kesehatannya selama 70 hari hanya membuatnya mati perlahan dalam kesakitan dan penderitaan, katanya.

Ketika tubuhnya dibawa pulang, kakinya masih dalam keadaan dirantai, memberi banyak informasi tentang kemungkinan penyebab kematiannya oleh kebrutalan polisi ketika dalam kondisi sakit parah.

Cucunya Babur Ilchi mengatakan bahwa neneknya memberi tahu dia berita tentang kematian itu, yang membuatnya bermasalah dengan Rezim Tiongkok yang dikenal represif.

“Tak lama setelah panggilan itu, nenek saya menerima pesan dari pemerintah China mengatakan bahwa dia telah menjawab panggilan asing dan bahwa itu adalah keputusan yang berbahaya. Apa yang dia lakukan selain memberi tahu kami bahwa dia telah meninggal? Mengapa itu harus menemui konsekuensi? ” tulisnya di Istagram.

“Dia adalah penulis yang disegani; tidak ada hubungan dengan terorisme, yang oleh pemerintah Tiongkok diklaim sebagai kamp konsentrasi yang diperangi. Dia pantas mendapatkan yang lebih baik, dan begitu pula JUTAAN (Muslim) Uighur yang menderita di kamp-kamp ini.”

Baca: China Tolak Desakan Barat untuk Menutup Kamp Penjara Massal .

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan sekitar satu juta Muslim – kebanyakan etnis Muslim Uighur, tetapi juga Kazakh dan etnis minoritas lainnya – ditahan di kamp-kamp interniran di seluruh provinsi.

Beijing mengklaim bahwa kamp-kamp tahanan di Xinjiang adalah “pusat pelatihan kejuruan” untuk menjauhkan orang dari ekstremisme dan re-integrasi, di wilayah yang dilanda kekerasan yang dituding dilakukan oleh separatis Uighur atau kelompok Islam.

“Perlakuan tidak berperikemanusiaan yang dilaporkan di kamp-kamp interniran adalah sebuah ilustrasi serius tentang beratnya pelanggaran kebebasan berekspresi Tiongkok,” kata Summer Lopez, Direktur Free Expression Programs di PEN America. “Kematian Tohti adalah kerugian yang tragis bagi komunitas sastra Uyghur, pada saat pemerintah berusaha menghapuskan kehidupan budaya dan intelektual mereka,” kutip Voice of America.

Tohti lahir di Desa Tawakkul, Kabupaten Khotan pada Desember 1949. Setelah menyelesaikan Sekolah Menengah di Kota Khotan, ia menjadi petani. Selama 1973-1977, ia belajar matematika di “Universitas Xinjiang” (di Ibu Kota Turkistan Timur) dan mengajar di Khoten Normal College. Dia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Partai Komunis Tiongkok di wilayah Khotan dan penulis profesional di Serikat Penulis Xinjiang (Persatuan Penulis Turkistan Timur).

Tohti mulai menulis tahun 1984, dan menghasilkan karyanya berkualitas tinggi, terdiri dari lima cerita panjang, 50+ cerita, sekitar 30 buah investigasi dan memoar, dengan membangun gaya sastra pribadi yang kaya bahasa Uighur dan deskripsi realistis, tulis Uighurtimes.

Dalam artikel wawancaranya, ia memperkenalkan wirausahawan, politisi, dan intelektual Uighur terkemuka kepada pembaca Uighur untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Tidak hanya secara realistis mencatat sisi negatif dari kehidupan Uighur dalam cerita-ceritanya; tetapi juga menulis tentang kisah-kisah positif untuk mendorong orang untuk memiliki kepercayaan pada kemanusiaan.

Gayanya yang unik dalam jurnalisme membuatnya diterima dengan baik di kalangan pembaca Uighur. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinacuci otakkamp penahanankamp pendidkan ulangkomunisMuslim Chinauighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kegelisahan Barat dan Yahudi Pro-Zionis atas Suara Tun Mahathir
Tulisan selanjutnya Dua Tahun Krisis Teluk, Qatar masih Tak Tergoyahkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?