Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

20 Tentara India Tewas dalam Bentrokan Terbaru dengan China di Perbatasan Himalaya

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 17 Juni 2020 10:33 10:33 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 17 Juni 2020 09:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– 20 tentara India dilaporkan tewas hari Selasa (16/6/2020) setelah bentrokan dengan pasukan China di Ladakh, di wilayah perbatasan Himalaya, demikian pernyataan militer India. Ladakh adalah wilayah Kashmir yang menjadi sengketa kedua negara.

“Selama proses de-eskalasi sedang berlangsung di Lembah Galwan, sebuah pertempuran sengit terjadi kemarin malam dengan korban berjatuhan,” bunyi pernyataan resmi yang melaporkan konfrontasi mematikan pertama antara kedua kekuatan selama beberapa dekade seperti dikutip dari DW, Rabu (17/6/2020).

Sebanyak 17 tentara India “terluka kritis dalam menjalankan tugas”. Tak lama setelah itu  mereka sekarat akibat “terkena suhu di bawah nol di daerah dataran tinggi”.  Hal ini menambah jumlah total korban tewas di pihak India menjadi 20 setelah tiga prajurit lainnya telah meninggal pada hari sebelumnya.

Kementerian urusan eksternal India menuding China melanggar kesepakatan yang ditetapkan pekan sebelumnya untuk saling menghormati Garis Kendali Aktual (LAC) di Lembah Galwan. India dan China sering bentrok di Lembah Galwan sampai berminggu-minggu. Kedua pihak kerap saling tuding menerobos batas wilayah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, dikutip BBC mengatakan bahwa tentara India telah melintasi perbatasan, “memprovokasi dan menyerang personel China, menyebabkan konfrontasi fisik yang serius antara pasukan perbatasan di kedua pihak”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baik China maupun India berkeras tidak ada peluru yang ditembakkan selama empat dekade terakhir. Militer India mengatakan “tiada tembakan yang dilepaskan” dalam insiden tersebut. Kedua tentara menggunakan pentungan dan melempar batu dalam bentrokan tersebut. Kedua belah pihak sejak itu juga membubarkan diri dari lokasi bentrokan semalam.

Kementerian Luar Negeri China meminta India tidak mengambil aksi sepihak atau membuat masalah kian keruh. Seorang juru bicara kementerian di Beijing dikutip Reuters mengatakan ada pelanggaran serius terhadap kesepakatan yang diakui dua negara. China meyakini tentara India memprovokasi dan menyerang pasukan China, sehingga dua pihak terlibat konflik fisik yang serius.

Zhao Lijian mengatakan pasukan India melintasi perbatasan dua kali pada hari Senin. Ia mengatakan India bersalah karena memprovokasi dan menyerang personil militer China yang memicu konfrontasi.

“Beijing telah mengajukan protes keras dan perwakilan resmi ke New Delhi,” katanya. Zhao tidak menyebutkan korban jiwa, tetapi India mengatakan bahwa ada korban jiwa “di kedua pihak.”

India dan China pernah berperang untuk berebut perbatasan tahun 1962 untun memperbutkan perbatasan di Lembah Galwan yang disengketakan. Meskipun dua negara itu telah berunding selama lebih dari 20 tahun, hingga hari ini kasusnya belum selesai.

Selama beberapa minggu terakhir, pasukan China dan India telah dikunci dalam posisi agresif di beberapa lokasi di sepanjang perbatasan de facto kedua negara, yang dikenal sebagai “Line of Actual Control” (Garis Kontrol Aktual/LAC).  Ribuan tentara tambahan dari kedua belah pihak telah dikerahkan ke zona perbatasan dalam beberapa pekan terakhir.

India dan China punya klaim yang berbeda mengenai kepemilikan wilayah pegunungan sepanjang 3.500 kilometer (2.173 mil) di daerah perbatasan. Namun, keduanya membawa masalah itu dalam perundingan damai sejak perang pada 1962.

Pejabat militer India mengatakan tentara China menerobos perbatasan dan masuk wilayah India yang disebut LAC. Wilayah tersebut merupakan daerah perbatasan di sejumlah lokasi yang ditetapkan secara de facto masuk wilayah India pada awal Mei.

Sejak saat itu, India dan China telah berunding tetapi belum ada hasil yang memuaskan dua pihak. “Ini sungguh, sangat serius. Ini akan mengganggu upaya dialog yang telah dilakukan,” kata mantan komandan tentara India, D.S Hooda dikutip Reuters.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bentrok india dan chinachinaIndiaperbatasan himalaya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya TGUPP DKI Berharap Sedekah Minyak Jelantah Jangkau Seluruh Jakarta
Tulisan selanjutnya Terlibat Suap Penjualan Senjata ke Pakistan dan Arab Saudi, Enam Eks Pembantu PM Prancis Dibui

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

Lentera Hidup
30 Juni 2026 10:26
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji

Terbaru

  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji
  • Pemkot Bukittinggi Gandeng HDM Persempit Ruang Gerak LGBT dan Berantas Narkoba
  • UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
  • MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah
  • Pemerintah, DPR, dan MUI Sambut Positif Wacana RUU Pidana LGBT
  • Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?