Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Infeksi Covid-19 Meningkat, Sepuluh Kota Besar di Jerman Berlakukan Aturan Ketat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Oktober 2020 12:00 12:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Oktober 2020 12:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Munich menjadi kota teranyar yang masuk dalam daftar wilayah yang harus memberlakukan aturan ketat disebabkan tingginya angka kasus infeksi coronavirus.

Data otoritas kesehatan publik Jerman, Robert Koch Institute, menunjukkan kasus infeksi per 100.000 penduduk kurun tujuh hari terakhir mencapai 50,6, sehingga mulai hari Senin (12/10/2020) kota di negara bagian Bavaria itu harus memberlakukan aturan ketat Covid-19 yang lebih ketat. Ini sudah kedua kalinya dalam waktu kurang dari sebulan kota itu melampaui ambang batas 50, meskipun upaya pencegahan penularan coronavirus terus dilakukan.

Kerumunan di ruang privat dan publik di Munich dibatasi maka 10 orang, sementara acara seperti pernikahan dan pesta ulang tahun boleh menghadirkan tamu tidak lebih dari 25 orang. Konsumsi minuman beralkohol juga dilarang.

Kota-kota lain di Jerman yang melampaui ambang batas tersebut adalah Berlin, Frankfurt, Cologne, Bremen, Essen, Frankfurt, Stuttgart, Memmingen, Rosenheim, lapor DW Ahad (11/10/2020).

Awal pekan lalu, Kanselir Angela Merkel menggelar pertemuan dengan 11 kepala daerah 11 kota terbesar di Jerman dan setuju untuk memberlakukan pembatasan yang lebih ketat jika ambang batas 50 telah dilewati.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Helge Braun, Kepala staf Merkel, mengatakan kepada lembaga penyiaran ARD bahwa Jerman harus memberlakukan aturan ketat di mana terdapat infeksi coronavirus paling banyak, seperti dalam acara pesta dan juga perjalanan.

Meskipun aturan ketat diberlakukan di kota-kota tersebut, tetapi ketentuannya tidak seragam.

Di Essen, dimana infeksi per 100.000 penduduknya mencapai 57,3 pada hari Ahad, jumlah kerumunan privat dan publik dikurangi dari 50 menjadi 25. Tidak seperti Berlin dan Cologne, di Essen tidak diberlakukan jam malam.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19JermanRobert Koch Institute
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Putra Mahkota UEA Israel Netanyahu Akan Segera Bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi setelah Kabinet ‘Israel’ Menyutujui Perjanjian Normalisasi
Tulisan selanjutnya Survei: 90 % Komentar Media Sosial Berbahasa Arab tentang Normalisasi ‘Israel’-UEA dan Bahrain Bersifat ‘Negatif’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

Berita
19 Oktober 2026 21:48
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?